arti syafakillah, syafakallah

Syafakillah atau syafakallah adalah dua ungkapan dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menanynakan saudara, teman yanag sedanag sakit. Dua ucapan ini artinya sama, cuman yang membedakannya hanyalah penggunaannya saja. Arti ungkapan syafakillah adalah “semoga Allah menyembuhkanmu”, demikian juga dengan ungkapan syafakallah. Beda antara keduanya terletak pada penggunaannya.

Arti Syafakillah, Syafakallah

Syafakallah di gunakan untuk orang laki-laki (menggunakan khitab mukhatab atau kata ganti keddua tunggal laki-laki). Sementara ucapan syafakillah digunakan untuk perempuan (menggunakan khitab mukhatabah atau orang kedua tnggal perempuan). Jika ingin di ucapkan kepada laki-laki yang jummlahnya lebih dari satu atau jamak’ maka di gunakan kalimat “syafakumullah”.

Ungkapan dan ucapan syafakillah dan syafakallah adalah dua ucapan yang biasanya digunakan untuk mendoakan saudara atau teman yang sedang sakit dengan menggunakan bahasa Arab. Jika ada teman anda yang mengatakan itu anda bisa membalasnya dengan ucapan “zajakallahu khairan” yang artinya “semoga Allah membalas kenaikanmu.”

Namun demikian, kami belum menemukan hadist atau riwayat yang menggunakan kalimat tersebut untuk di serukan kepada orang sakit. Rasulullah SAW. hanya mengajarkan kepada ummatnya do’a-do’a untuk orang sakit. Jadi, ketika menjenguk atau i’adah orang sakit kita disunnatkan membacakan do’a-do’a untuk kesembuhannya dan semoga di ampuni dosa-dosanya.

Doa-Doa Menjenguk Orang Sakit

Berikut beberapa doa yang di ajarkan Rasulullah SAW. ketika menjenguk orang sakit agar segera di berikan kesembuhan kepadanya.

إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.

Apabila Rasulullah SAW. berkunjung ke tempat orang sakit, beliau berkata: Laa ba’-sa thahuurun

Insyaa Allaah. Artinya: Tidak apa-apa, semoga sakitmu membuat dosa-dosamu bersih.

Selain doa di atas, ada juga do’a lain yang di ajarkan Rasulullah SAW. ketika mengunjungi orang sakit. Berikut bunyi doanya.

للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً.

Artinya: Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah maha penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhanMu, berikan kesembuhan yang tidak langi di hinggapi penyakit.

Itulah diantaranya doa-doa menjenguk orang sakit sebagaimana yang di ajarkan Rasulullah SAW. Semoga kita hafal dan bisa kita amalkan.

Adab-Adab Mengunjungi Orang Sakit

Menjenguk orang sakit itu penting selain menghibur orang sakit dan mendo’akannya juga menjadi amal pahala yang luarbiasa. Ini juga termasuk memasukkan kegembiraan dalam hati mukmin dan ini adalah sedekah. Namun, dalam berkunjung atau i’adah orang sakit ada adab yang perlu di perhatikan.

Baca juga: cara shalat mayit/jenazah

Berikut Adab-Adab berkunjung ke tempat orang sakit:

  • Menjenguk orang sakit harus semata-mata karena ingin ridha Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
  • Memberikan nasehat supaya sabar dan tabah dalam dalam menghadapi penyakitnya
  • Mengucapkan perkataan yang baik-baik
  • Mengusap lembut dan memegang tangannya kecuali bukan mahram
  • Mengucapkan perkataan yang menghibur dan menyenangkan orang sakit
  • Menanyakan kebutuhan dan hal-hal tentang keperluannya.
  • Menndo’akan orang sakit agar segera di berikan kesembuhan

Hala yang harus di hindari ketika mengunjungi orang saakit:

  • Masuk ke rumah dengan tidak sopan
  • Berlama-lama di tempat orang sakit
  • Membicarakan perkataan sia-sia
  • Mengumpat atau membicarakan keburukan orang lain
  • Berkunjung di waktu istirahat atau di waktu larut malam
  • Mengambil sesuatu tanpa izin orang sakit.

Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit

Selain adab mengunjungi orang sakit, ada juga keutamaan berkunjung kerumah orang sakit. Siapa saja yang sakit diantara kita baik saudara nasab atau saudara se iman atau sebangsa kita punya kewajiban untuk mengunjunginya dana memberikan doa bagi kesembuhannya.

Mengunjungi orang sakit medapatkan banyak keutamaan dan kelebihan berdasarkan hadist Rasulullah SAW., diantaranya sebagai berikut:

Hadist 1 tentang mengunjungi orang sakit

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Sesunggunya orang Muslim apabila menjenguk saudaranya yang Muslim niscaya ia senantiasa dalam kenikmatan surga hingga ia kembali” (HR. Muslim no. 6498).

Hadist ke 2 tentang menjenguk orang sakit

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ

Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan bershalawat 70.000 malaikat atasnya hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka bershalawaatlah 70.000 malaikat atasnya hingga ia memasuki pagi hari. Dan disediakan buah-buahan surga (kenikmatan surga) baginya.(HR. At-Tirmidzi no. 969).

Berkunjung ke tempat orang sakit untuk melihat keadaanya adalah hal penting bahkan bisa menjadi wajib jika seorang muslim tersebut tidak memiliki kerabat atau hidup sebatang kara.

Menjenguk atau i’adah orang sakit bahkan merupakan salah sasu hak orang Mukmin atas mukminn lainnya, sebagiamana hadist Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ “حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إذَا لَقِيْتــَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاك

فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَك فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ، وَ إِذاَ مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذاَ ماَتَ

فاتـْبَعْهُ”. (رَواهُ مُسلمٌ، بَابُ مِنْ حَقِّ الْمُسْلِمِ لِلْمُسْلِمِ رَدُّ السَّلَامِ برقم 2162)

Artinya: Dari Abi Hurairah RA. berkata: Bersabdalah Rasulullah SAW. Hak orang Muslim atas Muslim lain adalah 6 perkara.

  1. Apabila berjumpa maka ucapkan salam
  2. Jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya
  3. Jika ia meminta saran darimmu maka berikan saran (nasehat)
  4. Jika bersin dan ia mengucapakan Alhamdulillah, maka balas dengan yarhamukallah.
  5. Jika ia sakit maka jenguklah, dan
  6. Jika ia meninggal maka iringi jenazahnya

Sungguh sangat indah hubungan antara sesama muslim. Untuk itu maka ikat erat tali persaudaraan dan hilangkan segala betuk permusuhan baik dengan sesama muslim, keluarga atau kerabat.

Ucapan bahasa Arab selain Syafakillah dan Syafakallah

Ada banyak ucapan dalam bahasa Arab yang bisa di ucapkan kepada saudara baik ketika sakit, mendapatkan kesenangan, terkejut dan dalam berbagai kondisi.

  • Syukran – Terima Kasih
  • Ana – Saya
  • Anta – Kamu (laki-laki)
  • Fulan – Seseorang yang tidak di ketahui namanya
  • Fulanah – Seseorang yang tidak di kenal namanya (perempuan)
  • Jazaakumullah Khairan – Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.
  • Barakallahu fiik – Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.
  • Ilalliqa’ – Sampai Bertemu Lagi, diucapkan orang yang pergi/pamit.
  • Ma’as Salaamah – Semoga dalam keselamatan
  • Shahih – Benar.
  • Barakallah fii umrik – Semoga Allah memberikan keberkahan pada umurmu
  • Fii amaanillah – Semoga di lindungi Allah
  • Tafadhdhal – Silakan,
  • Syafakillah – Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan)
  • Tafadhdhalii – Silahkan, Digunakan untuk perempuan (tunggal).
  • Mumtaaz – Keren, Mantap – Bagus banget, Untuk menunjukan pujian).
  • Syafakallah – Semoga Allah menyembuhkanmu (laki-laki)
  • Na’am – Iya/Ya
  • Laa – Tidak
  • Ahlan wa Sahlan – Selamat Datang.
  • Kayfa Halukh – Apa Kabar?
  • Ikhwan – Saudaraku (Jamak/banyak).
  • Akhi – Saudaraku (laki-laki, tunggal).
  • Ukhti – Saudariku (perempuan, tunggal).
  • Akhwat – Saudariku (Jamak/banyak).

Ucapan Pujian lainnya dalam Bahasa Arab

  • Alhamdulillah: Segala pujian milik Allah
  • Subhanallah: Maha Suci Allah
  • AllahuAkbar: Allah maha besar
  • Masya Allah: terjadi atas kehendak Allah
  • Insya Allah: Jika Allah berkehendak
  • Wallahu A’lam Bishawab: Allahlah yang tahu dengan yang sebenar-benarnya