Pengertian Asimilasi
moondoggiesmusic.com

Pengertian asimilasi – Di sekolah kita sudah sering mendengar kata asimilasi terutama dalam pelajaran IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. Apakah anda masih ingat pengertiannya atau contohnya? Jika sudah lupa, kami akan mencoba untuk mengulang kembali penejelasan tentang pengertian asimilasi termasuk contoh contohnya dan ciri cirinya.

Ok, tidak buang-buang waktu langsung saja kita masuk dalam pengertiannya.

Pengertian Asimilasi

Mungkin kamu pernah mendengar kata asimilasi dalam pembahasan tentang budaya atau kebudayaan dalam pelajaran di sekolah. Lnatas, apa sebenarnya maksud dan pengertian asimilasi?

Asimilasi adalah keadaan terjadi pembauran atau pencampuran kebudayaan asli dengan budaya lain sehingga mengakibatkna hilangnya ciri khas kebudayaan asli dan melahirkan budaya baru. Jadi, pembauran ini biasanya terjadi secara pelan pelan dalam waktu yang lama, sehingga secara tidak sadar terjadilah kehilangan khas sebuah kebudayaan dan tepatnya dikatakan muncul budaya baru.

Ada juga yang mengartikan bahwa asimilasi adalah proses pencampuran interaksi dua masyarakat yang berebeda dalam budaya dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Dalam kenyataannya, kedua belah masyarakat ini berbaur dan saling meminimalkan perbedaan antar satu sama lain baik perbedaan secara kelompok atau perbedaan secara pribadi. Tujuan dari ini adalah untuk mencapai tujuan bersama.

Kata asimilasi, dalam bahasa inggris di sebut “assimilation” dan kata ini memang berasal dari bahasa Inggris. Artinya adalah pembauran, perpaduan, pencampuran harmonis, dan penerimaan.

Bisa juga di artikan bahwa kata asimilasi adalah proses penyesuaian sifat asli dan sifat di lingkungan sehingga terbentuklah budaya baru yang lebih sesuai untuk kemashlahatan bersama dan nantinya akan terbentuk keteraturan yang baik dalam kehidupan.

Pengertian Asimilasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih jelas tentang pengertian asimilasi, berikut kita perhatikan beberapa pengertian asimilasi menurut para ahli.

1. Vander Zanden

Pengertian asimilasi menurut Vander Zanden adalah interaksi sosial antar kelompok yang terjadi mulai pada cara berpikir, saling menghargai, pembauran pada cara bertindak, yang akhirnya memungkin mereka untuk bersatu dan menyatu dalam satu identitas baru.

2. Seymour Smith

Sementara pengertian asimilasi menurut Seymour Smith adalah tahap kedua dari perubahan kebudayaan sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan di latarbelakangi oleh akulturasi dan akhirnya menciptakan kebudayaan baru, dan kebudayaan ini bisa di terima oleh masyarakat secara damai tanpa ada konflik apapun.

3. Alvin L- Bertrand

Pengertian asimilasi menurut Alvin L- Bertrand adalah proses sosial tingkat lanjut yang terjadi karena adanya perbedaan antar kelompok atau masyarakat dari sisi budaya, dan terjadi interaksi dalam waktu yang cukup lama antara kedua masyarakat, akhirnya terbentuk sebuah budaya baru yang saling menerima baik dari unsur budaya itu sendiri atau terjadi perubahan dari keseluruhan budaya.

4. Pengertian asimilasi menurut Koentjaraningrat

Asimilasi adalah perubahan sosial dalam msyarakat karena adanya interaksi sosial secara terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan cukup serius sehingga membuat masyarakat terdorong untuk membaurkan kebudayaan yang ada dengan tujuan mengakomodir seua pihak yang terlibat dan untuk terwujudnya kebaikan bagi semua kelompok atau masyarakat.

Itulah beberapa pengertian asimilasi menurut para ahli, sekarang kita lihat apa saja ciri ciri asimilasi tersebut.

Ciri Ciri Asimilasi

Bisa di katakan, asimilasi adalah proses sosial yang terjadi karena interaksi sosial secara kontinue dalam waktu lama sehingga sebuah keadaan sosial kemasyarakatan yang memiliki ciri-ciri dan indikasi – John Lewis Gllin dan John Philip Gillin – adalah sebagai berikut:

  1. Perbedaan dalam masyarakat semakin berkurang karena adanya berbagai usaha untuk mengurangi dan menghilangkan perbedaan tersebut baik perbedaan antar individu atau perbedaan antar kelompok.
  2. Kesatuan tindakan, perasaan, dan sikap semakin baik dan kuat karena sangat mementingkan tujuan bersama daripada tujuan masing-masing.
  3. Terjadi interaksi secara langsung dan terus menerus antar masyarakat atau antar individu.
  4. Ada kesadaran pada setiap orang untuk memberikan perhatian pada kebudayaan lain demi kepentingan bersama.

Nah, itulah beberapa ciri ciri asimilasi, dengan mengetahui ciri cirinya maka dengan mudah kita paham tentang asimilasi yang terjadi dalam suatu masyarakat.

Syarat Syarat Asimilasi

Untuk bisa terjadinya asimilasi atau kondisi suatu masyarakat yang terbaur dalam satu lingkungan dengan melahirkan budaya baru yang sesuai untuk keduanya adalah harus mengandugn syarat-syarat berikut ini.

  • Masyarakat yang terlibat adalah mereka yang memiliki kebudayan yang berbeda
  • Adanya interaksi sosial yang langsung antara individu dan kelompok sosial dan terjadi secara terus menerus
  • Adanya perubahan kebudayaan pada kelompok masyarakat sebagai upaya dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada dan terjadi.

Nah, dengan terpenuhinya syarat syarat ini, maka dua buah atau lebih masyarakat sudah bisa di katakan mengalami asimilasi didalamnya.

Faktor Pendukung dan Penghambat Asimilasi

Terjadinya sebuah asimilasi dalam masyarakat tentu ada faktor pendukungnya, demikian sebaliknya jika ada hal hal yang menghambat terjadinya asimilasi maka keadaan ini tidak akan terjadi. Sebelum kita lihat contoh contoh asimilasi, terlebih dahulu kita lihat beberapa faktor yang mendukung terjadinya asimilasi.

1. Faktor Pendukung Asimilasi

  • Adanya rasa toleransi pada setiap individu
  • Adanya kesempatan yang sama bagi seluruh individu dalam bidang ekonomi
  • Adanya sikap menghormati dan menghargai orang lain dengan kekeayaan budaya yang beragam
  • Adanya sikap terbuka dari kedua masyarakat
  • Adanya persamaan pada unsur-unsur kebudayaan secara umum
  • Terdapatnya kesadaran dari setiap kelompok dalam menghadapi musuh dari luar.

2. Faktor yang Menghambat Asimilasi

Jika faktor pendukungnya seperti di atas, maka faktor penghambat bisa jadi sebaliknya. Berikut faktor yang menghabat terjadinya asimilasi.

  • Terdapat atau adanya kelompok minoritas yang menutup diri dan tidak menerima perubahan serta menjauh dari kemajuan
  • Masih kurangnya pengetahuan warga tentang kemajuan dan perubahan di berbagai sisi kehidupan
  • Adanya prasangka buruk dari masyarakat terhadap pendatang baru sehingga susah terjadinya pembauran
  • Terdapat perbedaan ciri fisik yang begitu mencolok atau drastis sehingga menyebabkan terjadi masalah sosial pada beberapa masyarakat
  • Golongan mayoritas melakukan penolakan atau penindasan terhadap kelompok baru yang ke dalam kehidupan mereka. Atau bisa juga kelompok mayoritas mempunyai kebudayaan yang beda dengan minoritas.

Contoh Contoh Asimilasi

Contoh Contoh Asimilasi

Kita sudah tahu bagaimana pengertian asimilasi, syarat-syarat terjadi asimilasi, faktor pendukung, penolak dan pengertian asimilasi menurut para pakarnya. Sekarang tiba saatnya kita melihat contoh-contoh asimilasi dalam masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, proses asimilasi banyak terjadi dan bisa kita lihat dari sisi budaya, gaya hidup, cara berpikir dan lain-lain, kita lihat dari contoh berikut ini:

1. Penggunaan sendok dan garpu: Dahulu ketika makan kita hanya menggunakan tangan saja, namun setelah sekian lama terpengaruh dengan budaya Eropa maka secara perlahan dan sekarang kita sudah menggunakan sendok ketika makan. Bahkan sekarang ini sudah merupakan sesuatu yang lazim.

2. Banyaknya penyerapan bahasa atau kosa kata bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari seperti radar, smartphone, video, handphone, gitar, jus, sorry, bus dan lain-lain.

3. Mengenakan baju koko, padahal ini adalah baju budaya orang China Tiongkok zaman dahulu, namun perpaduan interaksi dalma waktu lama antar dua jenis kelompok menyebabkan masyarakat Indonesia juga menggunakna baju koko.

4. Peleburan dua budaya: Tari Lenong dan tari Cokek adalah dua buah tari yang lahir dari perpaduan antara dua budaya yaitu budaya Betawi dan budaya Tiongkok.

5. Musik dangdut: ini adalah peleburan dua buah budaya yaitu budaya tradisional masyarakat Indonesia dengan budaya India.

6. Asimilasi di segi pendidikan, contoh asimilasi di bidang pendidikan di Indoenesia adalah dari sisi pembelajaranya yang sering menghafal pelajaran dan cendrung menggunakan kekuatan otak kiri. Negara Barat tidak demikian, sistem belajar mereka menekankan pemecahan masalah bukan teori. Akhirnya, keduanya terpadu dan menyatu dalam budaya masyarakat Indonesia.