Keutamaan bulan muharram
Keutamaan bulan muharram

Bulan muharram adalah bulan awal dari penanggalan hijriyyah, dikatakan muharram yang artinya “diharamkan” adalah karena pada bulan ini Allah mengharamkan untuk berperang. Sebelum ada namanya muharram, bulan awal dalam kalender Islam di sebut dengan safar awwal.

Bulan muharram adalah syahrullah atau bulan Allah dimana dalam bulan ini sangat banyak keistimewaan yang di berikan Allah SWT sehingga pada bulan ini kita di harapkan bisa memperbanyak amalan ibadah.

Baca juga: Keutamaan Sedekah Hari Jum’at

Keistimewaan Bulan Muharram

Bulan muharram adalah bulan yang didalamnya di haramkan berperang sehingga ummat Islam wajib menjauhinya, landasan pelarangan berperang ini termuat secara jelas dalam ayat Allah surat at-Taubah ayat 36. Selain ayat 36 at taubat ada juga hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang bulan.

Berikut arti ayat at taubat 36 dan hadist Rasulullah SAW tentang bulan, yaitu hadist yang di riwayatkan oleh HR. Bukhari (3197) dan Muslim(1679). Berikut kita lihat artinya:

keistimewaan bulan muharram

Ok, di bawah ini kita lihat lebih jauh tentang istimewanya bulan Muharram disisi Allah SWT sehingga bulan ini hendaknya menjadi bulan yang kita penuhi dengan amalan-amalan ibadah.

1. Bulan Muharram adalah Bulan Allah

Tentang bulan muharram adalah bulan Allah, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Muharram), HR Muslim.”

Jadi, setelah ketiggian derajat puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib, puasa yang disukai Allah adalah puasa sunnat di bulan Muharram, maka seyogiyanya kita memperbanyak amal ibadah di bulan ini karena setiap ibadah, terutama ibadah puasa memiliki keistimewaan yang sangat dahsyat.

2. Bisa melakukan ibadah sunnat puasa ‘Asyura

Puasa ‘asyura adalah salah satu puasa sunnat yang memiliki keutamaan, sebagaimana hadist di atas tadi yang menrangkan bahwa ibadah puasa yang cukup tinggi derajatnya setelah puasa ramadhan adalah puasa bulan muharram.

Puasa asyura adalah puasa pada hari kesempuluh bulan muharram. Namun sebaiknya kita menjalankan puasa sejak hari pertama muharram untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan.

3. Melaksanakan ibadah tasu’a

Selain ibadah puasa asyura, ada puasa lain di bulan muuharram yang tinggi nilainya yaitu puasa pada hari ke sembilan Muharram. Dalam hal ini, Ibnu Abbas pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW, berikut kita simak ceritanya.

“Ya Rasulullah..! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang di agungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.”

Kemudian Rasulullah SAW menjawab statemen ibnu Abbas sebagai berikut:

“Apabila tahun depan, kita akan berpuasa pada hari 9 Muharram”

Kemudian Ibnu Abas berkata kembali:

“Belum datangnya tahun depan, ternyata Rasulullah SAW. kembali ke pangkuan Allah.” (HR. Muslim no. 1134/2666)

4. Bisa melaksanakan ibadah puasa sunnat 11 Muharram

Bagaimana dengan puasa pada 11 Muharram, berdasarkan pendapat para Ulama, berpuasa pada hari 11 muharram di bolehkan dan tidak termasuk bid’ah sayyiah.

Berikut hadist Rasulullah SAW berkaitan hal tersebut.

“Berpuasalah kalian pada hari “Asyura” dan bedakan terhadap orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau setelahnya satu hari.” (HR Ahmad no. 2153, Al-Baihaqi dalam kitab As-Sunan Al-Kubra no. 8189).

5. Bulan agung di sisi Allah

Bulan Muharram adalah bulan mulia dan agung disisi Allah sehingga keberadaannya menjadi hal baik untuk menambah pahala bagi ummat Muhammad SAW. Maka, dengan mengetahui kelebihan dan keagungan bulan muharram kita di harapkan bisa takut terhadap maksiat dan semakin semangat dalam mengerjakan amal kebajikan.

6. Baik untuk memperbanyak sedekah

Salah satu keutamaan bulan muharram adalah baik sebagai ladang untuk memperbanyak sedekah karena nilai dari sedekah itu berbeda di sisi Allah dibandingkan dengan bulan lainnya. Bersedekah itu adalah salah satu bentuk kebajikan yang luarbisa karena manfaatnya untuk kemashlahatan orang lain, Allah berfirman dalam al-quran surat al-Baqarah 195 dan 215, sebagai berikut:

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Al Baqarah 195.

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” Al Baqarah, 215.

7. Baik untuk Menyantuni Anak yatim

Tentang kelebihan dan keutamaan hari Asyura ini, rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang mengusap tangannya ke kepala anak yatim pada hari ‘Asyura (yaitu 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.”

Lebih lanjut, dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda tentang kelebihan bulan muharram sebagai berikut:

“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.” Lihat sahih bukhari no. 5304.

8. Baik untuk memperbanyak nafkah keluarga

Selanjutnya, keutamaan bulan Muharram adalah terletak pada hari Asyura-nya yaitu hari kesepuluh. Rasulullah SAW bersabda, siapa saja yang meluaskan nafkah keluarganya pada hari ke sepuluh Muharram (Asyura) maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun tersebut.

Jadi, sangat baik untuk menarik rezeki, namun dalam memperbanyak nafkah kepada keluarga hendaknya kita niatkan untuk mendapatkan ridha Allah bukan mendapatkan rezeki. Rezeki itu adalah sebagai bonsu yang Allah berikan atau bisa di katakan sebagai fadhilah dari meluaskan nafkah tersebut.

Demikianlah beberapa kelebihan dan keutamaan bulan Muharram, dengan mengetahui keutamaan dan kelebihan bulan ini hendaknya kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita. Lebih-lebih lagi sekarang kita berada dalam bulan Muharram dan sebentaar lagi sudah memasuki hari 9, dan 10 muharram.