dermatitis dan gejalanya
Dermatitis dan gejalanya

Apa itu penyakit dermatitis? Ini adalah salah satu penyakit kulit yang menyebabkan bagian kulit menjadi ruam, bengkak dengan warna kemerahan. Akibat dari penyakit ini, biasanya kulit menjadi kering dan memerah. Ini adalah salah satu masalah kulit yang kerap kali membuat penderitanya tidak nyaman, dermatitis menyebabkan gatal mulai dari ringan bahkan sangat parah.

Penyakit dermatitis atau eksim digolongkan menjadi beberapa jenis. Masing-masing jenis penyakit ini memiliki tanda dan gejala yang berbeda-beda. Modelnya ada yang terjadi dan di derita dalam waktu lama dan ada juga dermatitis terjadi akibat dari terpaan suatu zat. Namun, untungnya penyakit ini tidak menular, ditambah dengan perawatan dan pengobatan yang sesuai prosedur maka gejala dermatitis bisa di sembuhkan.

Eksim termasuk penyakit yang sangat sering muncul dan biasanya penyakit peradangan ini terjangkit pada anak-anak sebanyak 20% dan orang dewasa 1-3% di seluruh dunia. Cara menangani penyakit eksim adalah dengan mencegah dan mengurangi faktor resiko. Jika anda menderita penyakit ini, segera konsultasi dengan dokter anda.

Gejala Gejala Dermatitis

Karena dermatitis terbagi beberapa jenis, maka gejala yang ditimbulkan juga tergantung jenisnya. Berikut kita lihat jenis dan gejala gejalanya.

Baca juga: Manfaat Pisang Ambon

1. Dermatitis atopik (eksim)

Atopik adalah jenis dermatitis yang muncul saat lahir dan biasanya ia terus muncul hingga penderita dewasa. Diantara gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Gatal yang sangat parah biasanya terjadi pada lekuk seperti siku, leher, dan lipatan lutut.
  • Ruam berkerak dan jika tergores mengeluarkan air.
  • Bercak merah, kasar, bersisik dan pecah,
  • Gejala ini bisa muncul dan menghilang dan begitu terus. Biasanya gejalanya muncul jika kulit terpapar dengan zat tertentu.

2. Dermatitis kontak

Ada juga yang disebut dengan dermatitis kontak. Ini adalah jenis yang gejalanya muncul ketika kulit kontak dengan zat yang menyebabkan alergi dan iritasi. Berikut gejala-gejala dermatitis kontak.

  • Muncul benjolan, ruam merah
  • Lepuhan berisi air,
  • Terasa seperti terbakar dan panas
  • Gatal-gatal pada permukaan kulit,
  • Kulit membengkak
  • Gejala ini muncul pada kulit yang terpapar alergen.

3. Dermatitis seboroik

Dermatitis ini agak mirip dengan ketombe, dan biasanya ia menyerang daerah tubuh yang berminyak misalnya kulit kepala, wajah, dada bagian atas dan bagian punggung yang sering berkeringat atau berminyak. Berikut gejala-gejala dermatitis seboroik:

  • Kulit bersisik putih seperti ketombe
  • Pada kulit kepala sisik kekuningan dan berkerak di kepala, wajah, telinga, dan bagian laion dari tubuh
  • Kulit memerah
  • Biasanya, dermatitis jenis ini muncul dengan masa yang sangat lama, gejalanya muncul tenggelam. Jika terjadi pada bayi biasanya di sebut cradle cap.

Penyebab Penyebab Dermatitis

Berikut penjelasan masing-masing jenisnya karena berbeda jenis penyakitnya maka penyebabnya juga berbeda.

  1. Penyebab Dermatitis Atopik (eksim)
  1. Variasi gen,
  2. Kulit menjadi kering,
  3. bakteri pada kulit,
  4. Sistem imunitas yang terganggu
  5. Memiliki riwayat keluarga,
  6. faktor lingkungan,
  7. Penderita mengalami alergi atau asma
  1. Penyebab Dermatitis Kontak
  1. Akibat Poison ivy (tanaman beracun)
  2. Menggunakan perhiasan dari bahan nikel
  3. Produk pembersih yang tidak cocok
  4. Parfum yang tidak sesuai
  5. Kosmetik yang tidak sesuai
  6. Terkena zat pengawet pada lotion atau pada kream
  1. Penyebab Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur yang menyerang tempat atau area sekresi minyak. Biasanya, gejala dan penyababnya datang dan pergi dan datang lagi di lain waktu.

Faktor Faktor Resiko

Untuk menghindari penyakit ini kita harus hati-hati terhadap faktor resiko dermatitis. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang beresiko terhadap penyakit ini, diantaranya adalah:

1. Usia

Penyakit ini tidak mengenal usia, ia bisa muncul kapan pun namun untuk jenis eksim atau Atopik ia muncul ketika bayi. Maka, bayi biasanya lebih beresiko terhadap dermatitis Atopik.

2. Alergi dan asma

Selain itu, yang paling beresiko adalah penderita asma dan alergi. Mereka lebih beresiko terhadap jenis atopik. Namun tidak di ketahui secara pasti apa hubungan antara dermatitis dan asma.

3. Pekerjaan

Faktor resiko selanjutnya adalah pekerjaan kita. Jika seseorang bekerja pada tempat langsung terpapar logam, pelarut, produk pembersih, mereka akan rentan terhadap dermatitis kontak. Demikian juga dengan mereka berprofesi sebagai tim medis yang sering bergelut dengan obat.

4. Kondisi kesehatan

Kondisi kesehatan tertentu juga menjadi faktor resiko terhadap dermatitis. Diantaranya adalah penderita gagal jantung kongestif, parkinson, dan HIV mereka akan rentan terhadap penyakit ini.

5. Riwayat keluarga

Jika salah satu keluarga anda seperti ayah atau ibu atau kakek mempunyai riwayat penyakit dermatitis maka kemungkinan besar anda beresiko penyakit tersebut. Kenapa demikian? karena eksim adalah penyakit yang biasanya di turunkan dari orang tua ke pada anak.

Cara Mengobati Dermatitis

Cara mengobatinya sangat tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan pasien. Maka pengobatan terhadap dermatitis sangat bervariasi. Penyakit dermatitis bisa di obati dengan pengobatan tradisional, merubah gaya hidup dan pengobatan secara medis pada dokter ahli kulit. Jika mengobati dengan tenaga ahli medis maka biasanya pengobatan ini meliputi sebagai berikut:

  • Diberikan krim kortikosteroid yang berguna untuk menghilangkan gatal dan menyembuhkan peradangan,
  • Menggunakan krim atau lotion yang bisa berpengaruh terhadap sistem imunitas (calcineurin inhibitors)
  • Mengkonsumsi antihistamin (diphenhydramine), fungsinya untuk mengurangi gatal dan infeksi
  • Mengkonsumsi antibiotik, anti jamur jika eksim sudah mulai terinfeksi
  • Melakukan fototerapi atau terapi cahaya