Cara Wudhu doa sebelum wudhu
Cara Wudhu doa sebelum wudhu

Cara wudhu – Kali ini kita akan menjelaskan tentang doa sesudah dan sebelum wudhu. Pembahasan ini adalah sesuatu yang penting dalam agama karena ada ibadah tertentu yang wajib dilakukan dengan wudhu dan ada juga ibadah yang sunnat di lakukan dengan berwudhu. Diantara perbuatan yang wajib dilakukan dengan wudhu adalah shalat, baik yang wajib seperti shalat lima waktu atau sunnat seperti shalat rawatib dan termasuk shalat jenazah, menyentuh al-quran atau mushaf dan membawa al-quran. Namun, dalam pembahasannya tentu tidak bisa di pisahkan dengan menjelaskan tata cara wudhu sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Wudhu adalah perbuatan untuk menyucikan diri dari hadas kecil seperti keluar angin, bersentuhan dengan wanita, kencing, berak dan lain-lain. Sementara hadats besar harus di sucikan dengan mandi wajib, mandi hadas besar atau mandi junub. Pada kesempatan lain, insya Allah kita akan jelaskan tentang mandi junub. Pada artikel ini, kita khususkan pembahasan pada wudhu dan do’a sebelum dan setelah wudhu’.

Doa wudhu adalah sesuatu yang sunnat, jadi bukan rukun. Tanpa doa tetap sah wudhu namun kurang afdhal atau sempurna. Namun karena doa itu memiliki nilai luarbiasa dan hikmahnya maka sangat dianjurkan kita membacakan do’a sebelum wudhu dan doa setelah wudhu. Sebagaimana yang telah kami sampaikan, wudhu bukan hanya untuk melaksanakan shalat saja, namun juga untuk hal-hal lain. Namun, jika dilakukan untuk shalat itu wajib hukumnya karena tanpa wudhu shalat tidak sah, ini dikatakan syarat shalat. Namun, untuk hal-hal lain ada juga yang wajib di lakukan dengan berwudhu seperti memegang al-quran dan membawanya karena Al-quran itu tidak boleh di sentuh oleh yang tidak suci.

Secara umum, ummat Islam di sunnatkan berwudhu atau mengidamahkan (mengekalkan) wudhu. Orang yang kekal wudhu’nya atau yang selalu suci adalah orang yang mempunyai nilai tersendiri di hadapan Allah.

Daftar Isi Artikel

Dalil Kewajiban Wudhu Untuk Shalat

Wudhu’ artinya adalah membersihkan anggota tubuh dari hadas kecil dan seseorang yang hendak shalat ia wajib suci dari hadas kecil dan hadas besar. Berikut firman Allah terkait wudhu untuk shalat dalam surat al-Maidah ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Dalam tulisan latin di tulis: “Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafikı wamsahu bi ruusikum wa arjulakum ilal ka’bayn (ka’bayni).

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian berdiri ingin shalat, basuhlah wajah dan tangan kalian hingga ke siku, dan usaplah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian hingga dua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Jadi, wudhu adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan orang Islam karena mukmin di perintah shalat sehari semalam lima waktu dan shalat ini tidak sah di kerjakan jika tanpa wudhu. Maka, mengerti dan memahami tata cara berwudhu, doa sebelum wudhu dan setelah wudhu adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan ummat Islam.

Berwudhu itu adalah ibadah karena ia menjadi sebab bagi sah ibadah lain. Maka, sangat baik dan dianjurkan untuk selalu berwudhu. Orang selalu mengekalkan wudhu nya sama seperti orang yang sedang dalam ibadah setiap saat hingga ia berhadas. Tidak hanya fahala yang kita dapatkan dari wudhu namun juga mendapatkan ketenangan, wajah berseri-seri, dan mood selalu ceria. Melaksanakan wudhu tentu kita selalu membacakan doa wudhu, maka pada kesempatan ini kami dari loveinshallah.com akan menjelaskan doa sebelum wudhu’ dengan bahasa Arab, tulisan latin dan artinya sehingga mudah di pahami oleh semua kalangan.

Cara Berwudhu, Doa sebelum dan sesudahnya, Arab, latin dan artinya

Sebelum melaksanakan wudhu ada do’a khusus yang sunnat di bacakan utnuk kesempurnaan wudhu itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

من توضأ مثل وضوئي وقال مثل قولي
خلق الله عز وجل من كل قطرة ملكا يقدسه ويسبحه ويكبره ، ويكتب الله عز وجل له ثواب ذلك إلى يوم القيامه

Artinya: Siapa saja yang berwudhu seperti aku berwudhu dan bersabda lagi: dan membaca ia seperti yang aku baca, niscaya Allah menciptakan seorang malaikat dari setiap tetsan air wudhunya yang malaikat tersebut menyusikan Allah, bertasbih kepada Allah, dan bertakbir kepada Allah. Allah menulis fahala tersebut bagi orang berwudhu hingga hari kiamat”.

Maka, kita perlu belajar bagaimana cara Rasulullah SAW berwudhu atau wudhu sesuai dengan sunnah Rasul, tentu wudhu yang lengkap dengan sunnatnya. Berikut doa sebelum wudhu dan tata cara berwudhu serta doa disetiap membasuh anggota wudhu.

Doa Sebelum berwudhu

Sebelum berwudhu hendaknya membaca “basmallah” yaitu “بسم الله الرحمن الرحيم“. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM, demikian lafadh basmallah yang sempurna, bisa juga membaca “bismillah” saja. Bismillah disunnatkan untuk di bacakan dalam setiap perbuatan yang baik dan bernilai ibadah serta tidak permulaan khusus yang dijadikan untuk perbuatan tersebut. Jika tidak membaca bismillah maka perbuatan tersebut kurang berkahnya.

Setelah membaca basmallah, maka disunnatkan membaca doa sebelum wudhu berikut ini:

الحمد لله الذي جعل لماء طهورا

Doa dengan Latin: ALHAMDULILLAHILLAZI JA’ALAL MA-A THAHURA/THUHURA.

Artinya: Segala puji milik Allah, zat yang telah menjadikan air sebagai alat bersuci atau sebagai yang suci menyucikan.

Jika di baca “Thahura“, maka artinya alat bersuci dan jika di baca dengan lafadh “Thuhura“, maka artinya suci menyucikan.

Kemudian, tata cara berwudhu sesuai sunnah nabi SAW adalah sebagai berikut:

1. Membasuh dua tangan (sunnat wudhu)

Ketika membasuhu dua tangan maka membaca doa sebagai berikut:

بسم الله وبالله اللهم أجعلني من التوابين وأجعلني من المتطهرين

Artinya: “Dengan Nama Allah, dan dengan Allah, Ya Allah jadikan aku sebahagian dari orang yang bertaubat, dan jadikan aku sebahagian dari orang yang suci”

Doa ketika membasuh tangan ini sunnat di baca, jika tidak di baca jidak menyebabkan tidak sah wudhu.

2. Berkumur-kumur tiga kali dengan tiga kali cekukan air (Sunnat wudhu)

Ketika berkumur-kumur, disunnatkan membaca doa berikut:

اللهم لقني حجتي يوم ألقاك وأطلق لساني بذكرك

Artinya: “Ya Allah pertemukan hujjahku pada hari berjumpa Engkau, dan ikatkan lisanku dengan zikir kepadaMu”

3. Istinsya’ tiga kali (memasukkan air ke hidung) (sunnat wudhu)

Ketika memasukkan air kehidung hendaklah membaca doa berikut ini:

اللهم لا تحرم علي ريح الجنة وأجعلني ممن يشم ريحها وروحها وطيبها

Artinya: Ya Allah, jangan halangi aku daripada bau surga, dan jadikan aku sebahagian dari orang yang menghirup angin surga, mencium bau surga dan keindahan surga.

4. Membasuh wajah dengan lengkap (Fardhu wushu)

Selanjutnya adalah membasuh wajah, membasuh wajah adalah rukun wudhu atau fardhu wudhu. Ketika membasuh sunnat membaca do’a berikut ini

اللهم بيض وجهي يوم تسود فيه الوجوه ولا تسود وجهي يوم تبيض الوجوه

Artinya: “Ya Allah putihkan wajahku pada hari yang hitamlah wajah-wajah, dan jangan Engkau hitamkan wajahku pada hari yang Rngkau Engkau putihkan wajah-wajah”.

Kita mendoakan agar Allah SWT memutihkan wajah kita di hari kiamat kelak karena termasuk orang yang senantiasa berwudhu. Serta memohon kepada Allah agar tidak menghitamkan wajah kita pada hari kiamat nanti sebagaimana hitamnya wajah-wajah sebahagian orang yang tidak melakukan wudhu dan shalat.

Wajah adalah anggota wudhu pertama yang wajib di basuh dan niat wudhu’ pun wajib dilakukan pada saat membasuh wajah. Ketika air menempek pada wajah, maka saat itu niat muncul di hati kita. Bagi yang belum bisa niat wudhu, berikut kami cantumkan lafadh niat wudhu, karena yang namanya niat dalam hati.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا على ِللهِ تَعَالَى

Niat wudhu dalam tulisan Latin: “NAWAITUL WUDHU-A LI RAF’IL HADASIL ASGHAR FARDHAL LILLAHI TA’ALA

Artinya: Sahaja aku berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil wajib atasku karena Allah SWT.

Membasuh wajah ini harus di lakukan dengan lengkap, artinya semua anggota tubuh yang tergolong wajah wajib terkena air. Batasan wajah adalah mulai tempat tumbuh rambut dibagian atas, hingga dua tulang dagu, dan dari hingga dua permulaan telinga di sisi kiri dan kanan.

5. Membasuh dua telapak tangan hingga dua siku (Fardhu wudhu)

Selanjutnya, yang tergolong dalam fardhu wudhu atau wajib wudhu adalah membasuk dua telapak tangan hingga dua siku yang sunnat di mulai dengan membasuh tangan sebelah kanan. Sunnat membacakan do’a berikut ketika membasuh tangan kanan. Yang wajib adalah membasuh satu kali (kali pertama) sementara membasuh kali kedua dan ketiga adalah sunnat hukumnya.

اللهم أعطني كتابي بيميني

Artinya: “Ya Allah, berikan kepadaku kitab amalanku pada tangan kananku”

Selanjutnya, fardhu wdhu adalah membasuh tangan kiri dengan mengambil air dari tangan kanan. Ketika membasuh tangan kiri sunnat membaca doa berikut:

اللهم لا تعطني كتابي بشمالي ولا من وراء ظهري ولا تجعلها مغلولة إلى عنقي وأعوذ بكـ من مقطعات النيران

Artinya: “Ya Allah jangan berikan kitabku dengan pada tangan kiriku, dan jangan dari belakangku, dan jangan engkau jadikan tangan terbelenggu pada leherku, dan aku berlindung kepadaMu daripada pakaian neraka.”

Sunnat membasuh tiga, artinya basuhan pertama adalah wajib sementara kedua dan ketiga adalah sunnat.

6. Menyapu sebahagian kepala (Fardhu wudhu’)

Yang menjadi wajib wudhu selanjutnya adalah menyapu sebahagian kepala. Disunnatkan menyapu atau membasuh bagian ubun-ubun namun tidak mengapa jika yang dibasuh adalah bagian lain dari kepala. Yang wajib adalah memnyapu bagian dari kepala dan termasuk menyapu rambut yang ada pada batasan kepala.

Ketika menyapu kepala disunnatkan membaca doa berikut ini:

اللهم غشني برحمتك وبركاتك وعفوك

Artinya: “Ya Allah liputi aku dengan rahmatMu dan berkatMu dan kemaafanMu.”

7. Membasuh kaki hingga dua mata kaki (Fardhu wudhu)

Rukun wudhu atau fardhu wudhu selanjutnya adalah membasuh dua kaki. Tata cara membasuh dua kaki adalah dengan membasuh keduanya hingga dua mata kaki. Namun sunnat membasuh hingga betis sama seperti pada membasuh tangan dimana juga disunnatkan embasuh hingga melewati siku.

Ketika membasuh du telapak kaki, sunnat membaca do’a berikut:

اللهم ثبتني على الصراط يوم تزل الأقدام وأجعل سعيي فيما يرضيك عني يا ذا الجلال والإكرام

Artinya: “Ya Allah tetapkan aku di atas sirathal mustaqim (jembatan kecil tajam yang di lalui manusia di hari pembalasan) pada hari tergelincir telapak-telapak kaki dan jadikan jalanku pada tempat yang Engkau Ridha dari ku wahai maha agung, lagi maha mulia.”

Itulah tata cara wudhu secara global atau secara garis besar serta dengan doa-doa yang di bacakan pada setiap memasuh anggota wudhu. Semoga kita bisa mengamalkannya.

Doa Setelah Wudhu

Setelah melakukan wudhu, disunnatkan untuk membaca doa berikut ini dalam keadaan menghadap kiblat.

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Doa sesudah wudhu dengan tulisan Latin:

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu. Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j’alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Arti doa sesudah wudhu:

“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci, dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Setelah memahami Rukun-rukun wudhu, sunnat wudhu, cara berwudhu dan doa sebelum wudhu, doa setelah wudhu dan doa disetiap anggota wudhu yang di basuhkan. Maka perlu juga untuk kita pahami jenis-jenis air yang bisa digunakan untuk berwudhu atau jenis air muthlak.

Jenis-Jenis Air untuk Berwudhu (air suci menyucikan)

Macam macam air muthlak, suci menyucikan

Model air atau jenis air yang sah digunakan untuk berwudhu’ adalah air muthlak. Air muthlak dalam pembahasan fiqh adalah air suci menyucikan. Penjelasn tentang air muthlak adalah air yang tidak perlu dikaitkan dengan kata lain ketika disebutkan. Misalnya: “Coba ambil air satu gayung”, orang pasti akan mengambil air sumur, air sungai, air apa saja yang mudah di ambil. Orang tersebut tidak mungkin mengambil air kelapa, air kopi, air teh dsb.

Jadi, air yang dalam penyebutannya tidak perlu dikaitkan dengan KATA lain. Sementara yang perlu di kaitkan seperti air susu, air kelapa, air kopi dsb adalah air musta’mal, bukan air muthlak. Air muthlak itu adalah air yang tidak hanya dirinya saja yang suci tetapi ia bisa menyucikan orang lain. Sementara air musta’mal adalah air yang hanya suci dirinya (bisa di minum) namun tidak bisa di gunakan untuk bersuci termkasuk wudhu.

Air muthlak ada 7 jenis air, berikut kita lihat:

  1. Air sumur
  2. Air sungai/air danau
  3. Air Laut
  4. Air hujan
  5. Air mata air
  6. Air embun
  7. Air salju

Air yang tidak sah untuk bersuci (berwudhu)

Setelah mengetahui air apa saja yang bisa untuk bersuci atau berwudhu maka sekarang kita perlu tahu juga air yang tidak sah untuk bersuci atau berwudhu.

Air yang tidak sah untuk berwudhu adalah selain dari air yang telah di sebutkan di atas. Ini mencakup air musta’mal, dan air najis.

Air muta’mal

Air musta’mal adalah air sisa atau yang di tampung hasil dari membasuh anggota wajib pada wudhu atau pada mandi junub.

Selain tu, air musta’mal adalah air yang dalam penyebutannya perlu di kaitkan dengan KATA lain seperti air kelapa, air susu dsb. Jika kita menyuruh seseorang untuk mengambil air susu, tentu kita mengatakan “ambil air susu” bukan “ambil air”. Itulah air musta’mal

Selain itu, air musta’mal juga termasuk air hasil dair membasuh najis selama air tersebut tidak berubah dengan salah satu wasaf air setelah membasuh najis. Tidka berubah warna, rasa dan bau. Jika berubah maka disebut air najis.

Air najis

Air najis adalah air yang sudah bercampur dengan najis. Jika air dalam satu wadah tidak sampai dua qulah dan jatuh najis kedalamnya, maka air tersebut dikatakan air najis. Demikian juga halnya jika air tersebut sampai dua qulah namun ketika jatuh najis kedalamnya, air yang banyak (sampai dua qulah tersebut) berubah dengan salah satu wasaf (sifat) air, maka itu di hukum sebagai air janis.

Itulah penjelasan tentang cara berwudhu sesuai sunnah Rasulullah SAW, doa sebelum wudhu, doa sesudah wudhu serta doa yang di bacakan pada setiap membasuh anggota wudhu. Demikian juga kita telah mempelajari tentang doa setelah wudhu serta jenis jenis air yang sah untuk berwudhu dan air yang tidak sah. Dimana dialamnya termasuk air mustalmal, dan air bernajis. Semoga bermanfaat!