huruf hijaiyah tanda baca sifat huruf
bukalapak.com

Huruf Hijaiyah – Huruf hijaiyah adalah huruf al-Quran, oleh karena itu setiap muslim menjadi kewajibannya untuk belajar huruf hijaiyah agar bisa membaca tulisan Arab. Bukankah al-fatihah yang merupkaan rukun shalat di tulis dengan huruf Arab! Maka seorang muslim yang baik mutlak ia bisa membaca tulisan Arab. Memang kita bisa belajar al-fatihah dengan menghafalnya tanpa tahu makhraj, tetapi ketahuilah bahwa ini tidak sempurna.

Belajar huruf hijaiyah atau bacaan tulisan Arab tidak hanya fokus pada kelancaran bacanya saja tetapi juga harus memperhatikan makhrajil huruf atau tempat keluarnya huruf sehingga bacaan arab jadi sempurna dan enak di dengar.

Bagi ummat Islam, belajar huruf hijaiyah adalah sebuah hal penting yang sudah di biasakan sejak kecil. Ini bahkan menjadi hal sakral bagi keluarga muslim, baik di kampung maupun di kota hanya sekarang, perkembangan zaman yang kian pesat dan bebas membuat sebahagian keluarga muslim lebih sibuk dengan kehidupan dunianya di bandingkan dengan akhiratnya. Padahal belajar cara baca Al-Quran adalah sebuah hal sakral dan penting dalam kehidupan beragama.

Belajar sejak kecil secara perlahan sama sekali tidak terbebani bagi anak-anak. Maka oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu tahu juga metode dan cara membaca huruf hijaiyah sehingga mudah dalam mengajarkannya kepada anak-anak. Kini saatnya akrabkan anak dengan huruf hijaiyah dan tinggalkan game.

Ok, sebelum kita bahas panjang lebar tentang huruf hijaiyah dan tanda baca serta sifat hurufnya, mari kita mengenal terlebih dahulu huruf-huruf hijaiyah yang 29 itu.

Nama-Nama Huruf Hijaiyah atau Aksara Arab

No.

Huruf

Nama Huruf & Cara Membaca

Membaca secara Latin

Transliterasi Latin

1

ا

أَلِفْ

Alif

A, I, U

2

ب

بَا

B

3

ت

تَا

T

4

ث

ثَا

Tsâ

TS

5

ج

جِيمْ

Jîm

J

6

ح

حَا

Hâ

H

7

خ

خَا

Khô

KH

8

د

دَالْ

Dâl

D

9

ذ

ذَالْ

Dzâl

DZ

10

ر

رَا

R

11*

ز

زَايْ ، زَيّ ، زَا

Zây, Zayy, atau Zâ

Z

12

س

سِينْ

Sîn

S

13

ش

شِينْ

Syîn

SY

14

ص

صَادْ

Shôd

SH

15

ض

ضَادْ

Dhôd

DH

16

ط

طَا

Thô

TH

17

ظ

ظَا

Zhô

ZH

18

ع

عَيْنْ

`Aîn

`A, `I, `U

19

غ

غَيْنْ

Ghoîn

GH

20

ف

فَا

F

21

ق

قَافْ

Qôf

Q

22

ك

كَافْ

Kâf

K

23

ل

لامْ

Lâm

L

24

م

مِيمْ

Mîm

M

25

ن

نُونْ

Nûn

N

26

هـ

هَا

H

27

و

وَاوْ

Wâw

W

28

ي

يَا

Y

29

ء

هَمْزَةٌ

Hamzah

30*

لا

لامْ أَلِفْ

Lâm Alif

31*

ة

تَا مَرْبُوطَةٌ

Tâ Marbûthoh

H atau T

Tabel huruf hijaiyah di kutip dari sahabatnesia.com

Tanda di berikan kepada huruf mad (huruf panjang bacaannya)

  • Huruf â, dibaca aa.
  • Huruf î, dibaca ii.
  • Huruf û, dibaca uu.

Selain itu, dalam tabel juga di beritanda * sebagai tanda bahwa huruf tersebut dianggap huruf istiqlal atau terasing dan dihitung sebagai satu huruf masing-masing. Maka jumlah huruf hijaiyah mnenjadi 29 huruf. Contohnya huruf tha’ marbuthah (ة) dan lam alif (لا), masing-masing di hitung satu huruf. Padahal (لا) adalah terdiri dari lam dan alif, sementara Tha marbuthah adalah huruf yang berfungsi seperti “Ta” jika wasal dan menjadi “ha” jika diwakafkan pada huruf tersebut.

Tanda Baca Huruf Hijaiyah

Setelah kita mengenal huruf hijaiyah yang 29, sekarang kita melihat bagaimana tanda baca huruf Arab sehingga memudahkan kita dalam mempelajari Bahasa Al-Quran.

1. Tanda baca hijaiyah berbaris fathath

Cara baca fathah adalah tanda baca yang terletak di atas huruf dengan bentuk garis mereng. Pengucapan huruf hijaiyah dengan cara membuaka mulut dengan mengeluarkan napas, ini berlaku untuk setiap huruf hijaiyah. Misalnya hurf “nun”, keitka huruf ini berbaris fathah di atasnya maka di baca menjadi “Na”. Kaidah ini berlaku untuk semua huruf hijaiyyah, ayang apabila berbarsi fathah maka demikian bnyi bacaannya.

2. Tanda baca baris dhammah

Selai tanda baca fathah, ada juga tanda baca dhammah. Dhammah letaknya di atas huruf hijaiyyah dan bentuknya seperti waw kecil atau baris bengkok seperti angka 9 mereng. Bacaannya mendapatkan tambahan huruf “U” di setiap hurufnya. Ini berlaku pada semua huruf hijaiyah.

Baca juga: Hukum Bercadar menurut Ulama Mazhab

3. Tanda baca baris kasrah

Tanda baca berbaris kasrah adalah tanda baca seperti baris fathah, hanya saja letaknya adalah di bawah huruf bukan di atas. Jika huruf “nun” berbaris kasrah, maka bacaannya menjadi “ni”. Ini berlaku untuk semua huruf hijaiyah.

4. Tanda baca baris tanwin fathah

Baris tanwin fathah juga termasuk salah satu bagian dari pembacaan huruf hijaiyah. Suatu huruf hijaiyah yang sudah di berikan tanda baris tanwin, maka bunyi bacaan atau imbuhannya seperti “n”. Jika sebuah huruf nun berharkat tanwin fathat maka bunyi baca menjadi “nan”, jika tanwin kasrah, bunyinya menjadi “nin” dan jika dhammah menjadi “nun”.

5. Tanda baca baris tanwin kasrah

Baris tanwin kasrah juga termasuk salah satu tanda baca dalam huruf hijaiyah, sama seperti di atas bunyi tanwin adalah seperti bunyi “N”, karena yang di namakan dengan tanwin adalah “nun sakin”. Jika huruf nun berbaris kasrah tanwin maka bunyinya menjadi “nin”, jkika huruf “mim” yang berbaris tanwin kasrah, maka cara bacanya menjadi “min”.

6. Tanda baca baris tanwin dhammah

Tanwin dhammah juga memiliki bunyi baca yang sama yaitu “N”, letaknya di atas huruf hijaiyah sama seperti baris fathah. Jika membaca baris dhammah yang berada di atas huruf nun, maka bunyinya adalah “nun”, jika dhammah di atas huruf MIM maka bunyinya adalah “mun”. dsb.

7. Tanda baca sukun (mati)

Tanda baca sukun mempunyai arti mematikan huruf atau menahan huruf hijaiyah tersebut dengan harkat SUKUN. Ketika kita ingin membaca huruf “nun” yang di atasnya ada sukun, maka tidak bisa di bacakan karena sukun itu mengandugn arti tidak berbaris atau huruf tersebut mati. Ia hanya merupakan tanda baca untuk mematikan suatu huruf setelah huruf sebelumnya berbaris. Misalnya kalimat Nama (nun dan mim), jika MIM tersebut kita bariskan makan bacaanya adalah (NA MA), namun jika mim tersebut di sukunkan, maka bacaannya adalah (NAM).

8. Tanda baca tasydid

Ada satu lagi tanda baca huruf Hijaiyah, yaitu tasydid. Tasydid adalah tanda di atas huruf yang menunjukkan bahwa huruf tersebut ada dua, satu sukun dan satu lagi berbaris. Misalnya Manna, terdiri dari Mim, dan dua buah NUN. Huruf pertama (MIM) berbaris, dan huruf kedua (NUN) sukun, dan huruf ketika (NUN kedua) berbaris. Dalam penulisannya NUN hanya di tulisa satu saja, dan di atasnya di berikan tanda tasydid.

Sifat-Sifat Huruf Hijaiyah

Kita sudah mempelajari tanda baca pada huruf hijaiyah, dan sekarang kita akan mengulas tentang sifat sifat huruf hijaiyah sehingga kita bisa tahu di mana makhraj huruf tersebut keluar. Ini sangat berpengaruh terhadap cara baca yang benar terhadap huruf hijaiyah.

1. Al-Jauf (Rongga mulut)

Ini disebut juga dengan makhraj jauf atau huruf yang keluar di rongga mulut. Mengucapkan huruf yang makhrajnya jauf tidak perlu campur tangan bibir dan lidah karena ia keluar dari dalam rongga mulut. Huruf hijaiyah yang termasuk dalam makhraj jauf ada tiga huruf yaitu “ا”, “و”, dan “ي”. Ketika kita mengucapkan huruf ini maka kita tahu bahwa ia keluar dari rongga mulut bagian dalam.

Maka perlu memperhatikan agar huruf tersebut ketika pengucapan bisa keluar dari rongga mulut, jika tidak maka dipastikan ada kesalahan. Cara membaca makhraj ini harus di latih sejak dini karena jika tidak, maka pengucapannya akan susah terlebih jika belajar makhraj hijaiyah ketika sudah berumur tua.

2. Al- Halqi (makhraj kerongkongan)

Ada juga huruf hijaiyah yang tempat keluar ketika di ucapkan adalah dalam kerongkongan bukan dalam mulut. Ini disebut dengan makhraj halqi (kerongkongan), dan huruf yang termasuk dalam al-halqi ini adalah “ه” , “غ”, “ع”, “خ”, “ح”. Ketika kita mempraktekkan bacaan huruf ini maka akan ada seperti getaran pada rongga kerongkongan.

Jadi, cara pembacaan huruf-huruf hijaiyah ini akan berbeda antara satu dengan lainnya, dan jika makhraj huruf tidak keluar dari kerongkongan, berarti cara pengucapannya tidak benar.

3. AL-Lisan (makhraj lisan)

Huruf al-Lisan adalah jenis huruf hijaiyah yang tempat keluarnya di lidah. Huruf yang tergolong dalam حرف السان adalah “Kaf”, “Ka”, “La”, “Syin”, “dho” dan “ja”. Ketika kita akan mengucapkan huruf ini, maka akan tergerak seluruh bagian mulut kita seperti pangkal mulut, bibir, dan lidah bahkan ikut tergerak tenggorokan.

4. As-Syafatain (Makhraj dua bibir)

Makhraj ini adalah huruf hijaiyah yang keluar dari dua bibir. Huruf termasuk dalam huruf syafatain adalah “mim”, “wawu”, “ba”, dan “fa”. Ketika kita mengucapkan kedua huruf tersebut maka secara otomatis kedua bibir kita (atas dan bawah) akan bertemu.

5. Al khoysyuum (Makhraj batang hidung)

Sifat huruf yang selanjutnya adalah sifat huruf hijaiyah yang disebut dengan huruf khoysyum atau bunyi huruf yang keluarnya dari hidung. Jadi bacaan seperti ini adalah terletak pada pengucapan “mim bertasydid” dan “nun bertasydid”. Maka suara ketika kita membaca huruf dengan sifat tersebut akan muncul dengung dari batang hidung.

Selain dari tasydid pada selain “MIM” dan “NUN” memang ada seperti dengung juga namun beda sifatnya dengan sua huruf ini, dimana dengung pada mim bertasydid dan nun bertsasydid lebih terasa dan lebih kuat.

Sifat Bacaan Huruf Hijaiyah

1. Jahar (jelas)

Jahar adalah huruf yang di bacakan dengan tanpa mendesis, jika kita mencoba untuk membacakan huruf hijaiyah tentu ada huruf yang menesis. Namun apabila huruf yang kita baca itu adalah huruf jahar maka ia tidak mendesis melainkan di bacakan dengan jelas dan lantang. Maka, orang yang mendengarnya akan kedengaran jelas hurufnya dan makhrajanya.

2. Hamas (samar)

Huruf hamas biasanya di katakan dengan huruf yang bacaannya mendesis dengan menggetarkan rongga mulut dalam membacanya. Jadi, huruf ini beda dengan huruf jahar tadi, dikarenakan makhrajnya berbeda tempat keluar. Huruf ini lebih kepada mengaktfkan fungsi lidah dan menempatkan bibir yang mengatup.

3. Syiddah (kuat)

Huruf syiddah atau berat, dalam ilmu tajwid biasa disebut dengan huruf qalqalah kubra. Qalqalah kubra adalah bacaan yang terpental ketika berhenti pada akhir kalimat.

4. Rakhawah (lunak)

Huruf rakhawah adalah huruf yang di bacakan dengan menggunakan dinding mulut dengan lidah. Huruf ini tidak terbentuk dengan suara lantang atau jelas. jadi, ketika membacanya seolah-olah seperti ada desihan. Huruf huruf hijaiyah yang tergolong dalam huruf rakhawah adalah “tsa”, “dha”, “kho”, “gho”.

5. Isti’la’ (terangkat)

Ini adalah huruf hijaiyah yang di bacakan dengan mempertemukan antara lidah dengan rongga atas. Maka, ketika kita mengucapkan huruf ini akan keluar suara keras, fasih dan ada desihannya. Huruf isti’la’ adalah “tho”, dan “dho”.

6. Istifal (turun)

Ini adalah huruf yang ketika kita mengucapkannya menggunakan ujung lidah maka di katakan turun. Ujung lidah di sentuhkan dengan pangkal sehingga memunculkan suara lirih dan lembut. Huruf yang tergolong dalam huruf istifal adalah 22 huruf hijaiyah.