obat Kanker Serviks

Kanker seviks adalah penyakit leher rahim yang terjadi akibat dari sel-sel tidak normal yang ada disekitar leher rahim. Sel-sel ini terus berkembang dan menjadi tumor ganas yang kemudian ia menjadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Leher rahim adalah bagian dari rahim wanita yang bentuknya seperti silinder dan ia menghubungkan ant2ra vagin@ dengan rahim. Ketika asa sel abnormal yang tersangkut di leher rahim dan ia terus berkembang dengan tidak bisa di kontrol maka lambat laun menjadi tumor ganas. Tumor ganas ini kemudian menjadi penyebab kanker tersebut. Kanker adalah penyakit menakutkan yang sangat banyak terjadi pada kaum hawa dibandingkan dengan kaum adam. Diantaranya organ yang tidak di miliki pria seperti payudara dan rahim adalah tempat yang sering terjadi kanker.

Namun demikian, wanita harus menjaga kebersihan organ tersebut dengan baik serta memperhatikan makanannya. Selain itu, melakukan pap smear secara teratur bisa memberikan informasi dengan cepat sejak dini sehingga langkah penanganan terhadap kanker bisa di lakukan dengan cepat. Jika kanker ini diketahuai lebih awal maka kemungkinan untuk bisa di sembuhkan masih besar, maka jangan ada kata “takut” untuk memeriksa kesehatan secara teratur. Disamping itu, ada beberapa faktor lain yang bisa dilakukan utnuk mengendalikan dan menurunkan resiko kanker serviks pada wanita.

Baca: Daftar Makanan Penderita Darah Rendah

Daftar Isi Artikel

Seberapa Umum Terjadi Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker berbahaya yang menyerang kaum wanita. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia, kanker serviks adalah kanker nomor empat yang paling banyak menyerang wanita, dan penyakit mematikan ini lebih banyak terjadi pada wanita yang hidup di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju.

Di Indonesia sendiri, kanker serviks menempati nomor kedua setelah kanker payudara yang menyerang wanita. Kanker ini bisa terjadi pada waniata mana saja dan usia berapapun, namun semakin lanjut usia resiko terjadi kanker serviks semakin besar. Berdasarkan data dari menteri kesehatan Indonesia, bahwa di negara Indonesia sekitar 40.000 kasus baru wanita menderita kanker serviks terjadi setiap tahunnya.

Salah satu cara mengurangi resiko terhadap kanker serviks adalah dengan mengurangi faktor resiko. Untuk masalah ini, anda yang mengalami gejala seperti yang kami sebutkan di bawah nanti, perlu kiranya melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang kesehatan anda.

Gejala-Gejala dan Tanda Kanker Serviks

Sebenarnya, mengetahui hejala sejak sangat sulit karena kanker serviks pada tahap awal dan pre-kanker tidak menampakkan gejala apapun. Seorang wanita tidak merasakan apapun dari gejala kanker ini sehingga terbentuklah tumor. Nah, ketika telah terbentuk tumor di sekitar leher rahim, maka gejala gejala kanker serviks itu baru terasa. Berikut kita perhatikan apa saja gejala kanker serviks yang harus di ketahui.

  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Terasa nyeri perut bagian bawah atau panggul
  • Terjadi pendarahan yang tidak wajar pada vagin@ padahal tidak sedang haid seperti berdarah ketika buang air bessar, pendarahan setelah pemeriksaan panggul, setelah jimak dan lain-lain
  • Terasa nyeri ketika berhubungan seks
  • Mudah lelah dan badan lemas
  • Nafsu makan menghilang
  • Berat badan menurun tiba-tiba padahal tidak sedang diet
  • Terjadi pembengkakan pada salah satu kaki
  • Keluar cairan yang tak wajar pada vagina

Itu hanyalah gejala kanker serviks yang umum terjadi, namun bisa saja ada gejala lain yang tidak kita sebutkan seperti infeksi atau hal-hal lainnya. Untuk itu, cara terbaik melakukan pemeriksaan kesehatan rahim adalah dengan melakukan tes pap semar atau dengan pemeriksaan panggul pada ahli kandungan.

Apapun penyebab terjadinya kanker serviks, anda tetap harus mengunjungi dokter untuk cepat mendapatkan batuan. Melambat-lambat kedokter hanya akan memperburuk keadaan dan menyebabkan anda kehilangan untuk melakukan perawatan secara efektif. Memeriksa kedokter akan lebih cepat memberitahukan informasi tentang kondisi anda karena ada saja gejala lain tidak kita sebutkan di atas ditemukan atau terjadi.

Kapa Saya harus Ke Dokter

Jika anda menemukan salah satu gejala di atas aatau lebih dan mencurigakan maka segera lakukan konsultasi dengan dokter. Ingat! jika pada teman anda itu bukan gejala kanker, bisa jadi pada anda itu adalah gejalanya. Tubu manusia berbeda-beda natra satu dengan yang lain serta juga di pengaruhi oleh riwayat kesehatan dan genetika. Maka segeraa lakukan konsultasi manakala anda menemukaan gejala kanker serviks seperti diatas.

Jika anda adalah wanita yang aktif secara seks, sangat di anjurkan untuk selalu memeriksa kedokter dengan pemeriksaan pap smear untuk memastikan bahwa rahim anda steril dari sel tidak normal. Kemungknan dokter akan memberikan suntikan vaksin HPV, jadi tidak perlu menunggu muncul kanker baru melakukan perobatan atau perawatan.

Semakin tinggi usia seorang wanita maka resiko terhadap kanker serviks akan semakin besar. Maka, bagi wanita yang sudah berusia 40 tahun ke atas juga disarankan untuk selalu memeriksa kondisinya ke dokter kandungan. Kemungkinan gejala kanker sudah ada namun tubuh belum merasakan tanda seperti di atas tadi. Dengan melakukan pemeriksaan maka dokter mengetahui apa saja yang terjadi pada rahim, apakah sehat atau ada sel tidak normal yang harus segera di obati.

Penyebab Kanker Serviks

Setelah mengetahui gejala kanker serviks, sekarang perlu juga mengetahui apa penyebab kanker serviks itu. Secara umum penyebab kanker rahim adalah virus “human papillomavirus” atau di singka dengan HPV. Virus HPV sangat banyak didunia ini, ada sekitar seratusan jenis virus HPV namun tidak semua menyebabkan kanker serviks. Sejauh ini baru diketahui ada sekitar 13 jenis virus HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks dan umumnya terjadi akibat dari hubungan seksual yang tidak sehat.

Kerja virus HPV dalam tubuh manusia adalah memproduksi protein E6 dan E7. Keduanya sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena mereka bisa menonaktifkan zat tertentu atau gen tertentu dalam tubuh wanita yang berfunggsi untuk melawan sel tumor. Akibatnya, tubuh wanita tidak lagi kebal terhadap tumor.

Selain itu, kedua jenis protein tersebut (E6 dan E7) juga menjadi penyebab terbentuknya dinding rahim secara signifikan sehingga terjadi mutasi gen atau perubahan gen dalam tubhu wanita. Ketika gen ini bermutasi, maka inilah awal terbentuknya kanker serviks dalam tubuh perempuan.

Virus HPV penyebab kanker serviks kadang sama sekali tidak menimbulkan tanda-tanda sehingga tidak terdeteksi kecuali dengan pemeriksaan langsung. Namun ada juga jensi HPV yang menimbulkan gejala seperti munculnya kutil di area vagina, atau tanda lainnya. Jadi, seberapa kuatnya kekuatan virus HPV dalam menyerang sel rahim, ini hanya bisa di ketahui denganb di diagnosis oleh dokter ahli.

Ada dua turunan dari virus HPV yang sama sekali tidak menimbulkan gejala apapun saat meneyrang atau menduduki tubuh seorang wanita. Keduanya adalah HPV 16 dan HPV 18, keduanya adalah penyebab 70% dari terbentuknya kanker serviks. Maka, secara umum wanita tidak tahu bahwa ia sedang menjadi inang atau tempat bagi virus tersebut.

Salah satu cara mengetahui virus HPV dengan mudah adalah dengan tes pap smear. Maka, penting bagi wanita untuk melakukan tes pap smear agar virus ini diketahui sejak dini dan cepat mendapatkan pertolongan untuk memberikan perlawanan terhadap Human Papillomavirus.

Faktor Resiko Kanker Serviks

Secara kita hanya tahu bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus HPV, bagaimana jika seseorang sama sekali tidak terinfeksi virus ini, apakah bisa terkena kanker serviks? Jawabannya, Bisa. Ternyata ada faktor-faktor lain yang mendukung terhadap terjadi kanker serviks kendatipun anda tidak pernah terkena HPV. Apa saja faktor resiko ini, berikut kita perhatikan satu persatu.

1. Terinfeksi human papilloma virus

Salah satu cara terinfeksi virus ini adalah melakukan hubungan seksual dengan banyak wanita. Bisa juga akibat dari berhubungan tanpa menggunakan kondom (hubungan beresiko). Bagi mereka biasanya akan di serang oleh HPV 16 dan HPV 18. Selanjutnya, infeksi human papilloma virus bisa terjadi pada mereka yang tidak melakukan vaksinasi HPV.

obat Kanker Serviks

 

2. Merokok

Bukan rahasia lagi kalau merokok adalah perbuatan buruk untuk kesehatan, bahkan merokok termasuk upaya membunuh diri sendiri secara perlahan dan sopan. Dalam rokok mengandung banyak zat kimia yang buruk dan berbahaya untuk kesehatan sehingga bisa memicu kanker serviks. Wanita yang perokok memiliki resiko terkena kanker serviks jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

3. Infeksi klamidia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami infeksi dari penyakit akibat hubungan skesual seperti klamidia, maka ia memiliki resiko jauh lebih tinggi terhadap kanker serviks. Maka, bisa dikatakan bahwa sek bebas dan tidak sah menjadi pemicu terjadinya kanker serviks.

4. Imunosupresi

Imunosupresi adalah salah satu pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Diantaranya adalah virus HIV dan AIDs, keduanya menyerang kekebalan tubuh dan virus ini bisa meningkatkan resiko pasien terhadap penyakit kanker serviks.

5. Tidak cukup mengkonsumsi buah dan sayuran

BUah san sayuran adalah jenis makanan sehat yang penuh dengan nutrisi penting untuk kesehatan. Wanita yang tidak menyukai sayuran atau buah-buahan cendrung memiliki resiko terhadap kanker serviks lebih besar dibandingkan dengan wanita yang rajin mengkonsumsi bah buahan dan sayuran.

6. Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan secara signifikan dan diatas berat normal. Seseorang yang mengalami berat badan berlebihan cendrung memiliki resiko lebih besar terhadap kanker serviks karena orang ini memicu terbentuknya adenocarcinoma pada serviksnya.

7. Mengkosnumsi pil KB

Pil KB yang di konsumsi dalam waktu yang lama yaitu lebih lima tahun bisa meningkatkan resiko terhadap penyakit kanker serviks. Maka, bagi anda yang mencegah kehamilan dengan minum pil KB, mulai sekarang anda bisa mencari alternatif lain untuk mencegah kehamilan.

Salah satu cara mencegah kehamilan adalah dengan menggunakan intrauterine device (IUD), ini adalah alat yang di masukkan ke rahim untuk mencegah hamil. Dan berdasarkan penelitian, penggunaan intrauterine device (IUD) aman untuk digunakan dan memiliki resiko rendah terhadap kanker serviks.

8. Wanita yang sudah pernah melahirkan

Selanjutnya, faktor resiko kanker serviks adalah wanita yang sudah pernah melahirkan atau sudah tiga kali melahirkan. Mereka memiliki resiko kanker serviks lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang belum pernah melahirkan.

9. Kemiskinan

Memang kemiskkinan bukan faktor langsung namun ia menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker serviks akibat dari kurangnya akses terhadap informasi kesehatan. Kemiskinan menyebabkan seseorang tidak memiliki akses yang mencukupi terhadap kesehatan sehingga mereka rentan terhadap penyakit ini.

10. Melahirkan di usia muda

Melahirkan di usia muda artinya melahirkan di usia di bawah 17 tahun dan tidak mengalami keguguran. Jika usia dibahwa 17 tahun pernah melahirkan dan tidak keguguran maka ia memiliki resiko dua kali lipat lebih tinggi terhadap kanker serviks.

11. Faktor genetika

Faktor genetika disebut juga dengan faktor keturunan. Jika salah satu keturunan anda seperti nenek, ibu atau saudara sepupou anda pernah mengalami kanker serviks maka anda juga termasuk yang memiliki resiko tinggi hingga dua atau tiga kali lipat terhadap kanker serviks.

12. Diethylstilbestrol (DES)

Diethylstilbestrol (DES) merupakan obat yang digunakan untuk mencegah keguguran sasat hamil. Bagi wanita yang mengkonsumsi obat ini memiliki resiko tinggi terhadap kanker serviks, baik ibu atau anak perempuan yang di lahirkan. Memang obat Diethylstilbestrol tidak lagi di berikan sejak tahun 1980-an namun bagi ibu hamil yang melahirkan di bawah tahun 1980 berkemungkinan mengkonsumsi obat ini, jika demikian maka ia hingga hari ini memiliki resiko lebih tinggi terhadap kanker serviks baik ibu atau anak perempuannya.

Obat Kanker Serviks yang Sering di Gunakan

Pengobatan kanker serviks termasuk pengobatan yang sangat rumit dan biasanya di lakukan melalui beberapa fase. Maka semakin cepat mendeteksi penyakit kanker serviks akan semakin mudah juga untuk mengobatinya. Berikut beberapa fase pengobatan penyakit kanker serviks:

1. Operasi

Operasi adalah cara pengobatan kanker serviks dengan mengangkat bagian tubuh yang terinfeksi penyakit ini. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik maka anda dan ahli medis harus bekerja sama dalam hal ini:

Radical trachelectomy: Ini adalah dengan mengangkat bagian atas vagina dan jaringan disekitar serviks, sementara rahim masih tetap ada pada tempatnya sehingga seseorang yang menjalankan pengobatan ini masih bisa hamil dan melahirkan. Ini biasa menjadi alternatif bagi mereka yang masih ingin melahirkan atau punya anak. Pengobatan ini biasanya di lakukan pada kanker tahap awal.

Histerektomi: Pengobatan kanker serviks dengan cara ini adalah mengangkat serviks dan rahim sekalian sehingga anda tidak bisa lagi mempunyai anak. Termasuk yang di angkat adalah ctubafalopi dan indugn telur.

Pelvic exenteration: Ini adalah pengobatan yang paling mengerikan, jika anda melakukan pengobatan ini maka yang diangkat adalah rahim, serviks, vagina, indung telur, kemih, tuba falopi dan rektum sehingga setelah menjalani operasi ini, anda sudah tidak bisa lagi punya anak.

2. Radio Terapi

Radio terapi adalah pengobatan dengan menggunakan RADIASI baik dari eksternal seperti dari sebuah mesin yang memancarkan radiasi atau dengan internal. Secara internal biasanya menggunakan implan yang dimasukkan kedalam tubuh dan memancarkan radiasi. Pengobatan dengan radioterapi biasanya berlangsung 5 minggu hingga 8 minggu.

Pada tahap awal kanker serviks anda bisa mengobati dengan radioterapi dan bisa juga dikombinasikan dengan kemoterapi.

3. Kemoterapi

Sama juga dengan pengobatan di atas, anda bisa melakukan kemoterapi secara sendiri atau menggabungkan pengobatan ini dengan radioterapi. Metode ini biasanya digunakan untuk mencegah perkembangan sel kanker atau penyebarannya. Pengobatan kanker serviks semuanya memiliki efek samping, maka anda harus mengkonsultasinya dengan dokter anda bagaimana solusi yang ingin diambil.

Diantara resiko yang muingkin terjadi adalah penyempitan pada vagina, menopause dini dan limfedema.