Keutamaan Sedekah
islam.nu.or.id

Keutamaan sedekahInsyaAllah, kali ini kita akan mengulas tentang sedekah dan keutamaan sedekah serta dalil sedekah dari hadist dan al-quranul karim. Sedekah adalah ibadah yang sangat baik di sisi Allah SWT, ia tidakhanya berhubunagn dengan kepatuhan seorang hamba terhadap Rabnya namun juga sedekah adalah ibadah yang berefek positif terhadap sesa manusia.

Allah SWT memuji hambanya yang menigninfakkan hartanya atau bersedekah di jalanNya. Tak hanya dimuat dalam satu ayat tetapi hingga beberapa ayat al-Quran. Salah satunya adalah surat al-Baqarah ayat 3.

Daftar Isi Artikel

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: Orang-orang yang beriman dengan yang ghaib, dan mendirikan shalat dan berinfak atau bersedekah dari sebahagian rezekinya. (QS. Al-Baqarah ayat 3)

Selanjutnya, dalil bersedekah adalah surat QS. Al-Hajj ayat 34-35, Allah menyanjung dan memberikan kabar gembira terhadap hambaNya yang patuh. Berikut bunyi ayat serta artinya:

وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ، الَّذِينَ إِذا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلى مَا أَصابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلاةِ وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: “Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang patuh, yaitu orang-orang yang jika di sebutkan nama Allah niscaya gemetarlah hatinya, dan orang-orang sabar atas apa saja yang menimpanya, dan orang-oran yang mendirikan shalat dan mereka-mereka yang menafkahkan sebahagian dari hartanya.”

Keutamaan sedekah tidak hanya di sebutkan dalam firman Allah saja, namun juga di sebutkan dalam hadist-hadist Rasulullah SAW.

Keutamaan sedekah hari jumat

Salah satu hadist yang memuji orang bersedekah adalah hadist yang di riwayatkan oleh ibnu al-Mubarak. Berikut bunyi hadistnya:

مَا أَحْسَنَ عَبْدٌ الصَّدَقَةَ إِلَّا أَحْسَنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْخِلَافَةَ عَلَى تِرْكَتِهِ

Artinya: Tidaklah seorang hamba itu memperbaiki sedekahnya kecuali Allah SWT menggantikan atas apa yang tersisa dari hartanya. [HR. Ibnu al_mubarak]

Sedekah adalah ibadah yang bisa di lakukan oleh siapa saja, kepada siapa serta kapan saja di hendaki. Namun demikian, bersedekah tetap ada waktu dan saat-saat terbaiknya. Salah satu waktu yang baik untuk berdoa adalah hari jum’at.

Bukan tidak beralasan bahkan bersedekah di hari jum’at memiliki keutamaan dan kelebihan tersendiri sebagaimana yang ada dalam hadits berikut ini.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى مِنْبَرِهِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى رَبِّكُمْ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا وَبَادِرُوا إِلَيْهِ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَصِلُوا الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ وَبِكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَّةِ، تُؤْجَرُوا، وَتُنْصَرُوا، وَتُرْزَقُوا،

Artinya: Dari Jabir bin Abdullah berkata ia: Telah bersabda Rasulullah SAW dan beliau di atas mimbarnya. Wahai orang-orang yang beriman, taubatlah kepada Tuhanmu sebelum engkau mati, dan segeralah beramal shalih kepadaNya, dan sambunglah hubungan antara Tuhanmu dan kalian dengan memperbanyak menyebutNya dan dengan memperbanyak sedekah baik di tempat sunyi atau di tempat terang-terangkan, maka kalian diganjar, di bantu, dan di beri rezeki.” [HR. al-Kassi dalam kitab al-Muntakhab min Musnad Abd bin Humaid].

Selanjutnya, dalam kitab al-Um pada bab hal-hal yang di sunnatkan di lakukan di malam dan hari jum’at, Imam Syafi’e meriwayatkan sebuah hadist yang berbunyi sebagai berikut:

بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ

Artinya: Telah sampai kepadaku dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Perbanyaklah shalawat atasku pada hari jum’at karena bahwa sesungguhnya itu tersampaikan dan aku mendengar, dan Rasulullah SAW bersabda bahwa di gandakan pada hari jum’at pahala sedekah. [Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239]

Dalam literarur fiqh bahwa bersedekah di hari jum’at berbeda dari sisi keutamaan sedekah dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Hari jum’at adalah hari termulia maka bersedekah di hari ini memiliki keutamaan tersendiri yang tak ada pada hari lain. Bahkana dalam hadist disebutkan bahwa hari jum’at adalah hari rayanya ummat Muhammad SAW.

Penekanan bersedekah di hari jum’at bukan berarti tidak boleh bersedekah di hari lainnya. Bersedekah bisa di lakukan kapan saja dan semua di ganajrkan oleh Allah SWT namun hari jum’at adalah waktu terbaik dibandignkan dengan waktu lainnya. Kemuliaan hari menyebabkan mulianya amalan yang kita lakukan.

Masih tentang keutamaan sedekah, Syeikh Zakariyya al-Anshari mengatakan dalam kitabnya:

ـ )وَتَتَأَكَّدُ الصَّدَقَةُ فِي( شَهْرِ )رَمَضَانَ( وَالصَّدَقَةُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْهَا فِيمَا يَأْتِي لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ أَنَّهُ «- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ» وَلِأَنَّهُ أَفْضَلُ الشُّهُورِ وَلِأَنَّ النَّاسَ فِيهِ مَشْغُولُونَ بِالطَّاعَةِ فَلَا يَتَفَرَّغُونَ لِمَكَاسِبِهِمْ فَتَكُونُ الْحَاجَةُ فِيهِ أَشَدَّ )وَ( فِي سَائِرِ )الْأَوْقَاتِ الْفَاضِلَةِ( كَعَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ الْعِيدِ لِفَضِيلَتِهَا

Artinya: Dikuatkan anjuran bersedekah pada bulan Ramadhan, bersedekah pada bulan Ramadhan lebih afdhal daripada sedekah pada waktu-waktu lain yang akan di sebutkan karena ada hadist Bukhari Muslim yang menyebutkan bahwa sesungguh Nabi SAW ada ianya Nabi itu lebih dermawan di bulan Ramadhan, danm karena bulan ramadhan adalah semulia-mulia bulan, dan karena bahwa manusia dalam bulan ramadhan disibukkan dengan dengan tha’at maka tidak sempat mereka mencari uang di bulan Ramadhan sehingga adalah kebutuhan manusia pada bulan Ramadhan itu lebih berat dan kuat disunnatkan bersedekah juga pada waktu-waktu istimewa lainnya yaitu 10 hari zulhijjah, dan hari-hari raya karena kelebihan hari tersebut.

Namun, bukan berarti seseorang yang ingin bersedekah harus menunda dulu hingga datang hari tersebut. Tetapi maksudnya adalah bersedekah di hari-hari tersebut memiliki keutamaan yang tidak sama seperti hari-hari lainnya.

وَلَيْسَ الْمُرَادُ أَنَّ مَنْ قَصَدَ التَّصَدُّقَ فِي غَيْرِ الْأَوْقَاتِ وَالْأَمَاكِنِ الْمَذْكُورَةِ يُسْتَحَبُّ تَأْخِيرُهُ إلَيْهَا بَلْ الْمُرَادُ أَنَّ التَّصَدُّقَ فِيهَا أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْهُ فِي غَيْرِهَا غَالِبًا قَالَهُ الْأَذْرَعِيُّ وَتَبِعَهُ الزَّرْكَشِيُّ

Artinya: Bukanlah maksudnya orang yang ingin bersedekah pada waktu-waktu lain dan tempat-tempat lain disunnatkan untuk di tunda hingga datang hari tersebut, tetapi maksudnya adalah sedekah pada hari-hari yang disebutkan itu memiliki pahala yang lebih besar daripada hari biasa. Demikian dikatakan syeikh al-Azra’i dan di ikuti oleh syeikh Zarkasyi.

lebih lanjut tentang keutamaan sedekah, syeikh Zakariya Abnsari berkomentar dalam kitab asnal mathalib, juz 1 hal 406 sebagai berikut:

ثُمَّ قَالَ وَفِي كَلَامِ الْحَلِيمِيِّ مَا يُخَالِفُهُ فَإِنَّهُ قَالَ وَإِذَا تَصَدَّقَ فِي وَقْتٍ دُونَ وَقْتٍ تَحَرَّى بِصَدَقَتِهِ مِنْ الْأَيَّامِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَمِنْ الشُّهُورِ رَمَضَانَ

Artinya: Kemudian berkata imam al-azra’i dan didalam perkataan Imam Halimi terdapat pendapat yang bertolak belakang dengan pendapat di atas, beliau berkata apabila seseorang bersedekah di satu waktu dan tidak bersedekah di waktu lain, maka hendaknya ia mengutamakan sedekah di hari jum’at dan di bulan Ramadhan. [Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 406].

Terhadap statemen di atas, syeikh Ahmad bin Hamzah al-Ramli mengatakan bahwa:

ـ )قَوْلُهُ وَأَيَّامِ الْعِيدِ إلَخْ( وَعَاشُورَاءَ قَالَ الْأَذْرَعِيُّ تَفَقُّهًا وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ لِأَنَّهُ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ كَمَا فِي الْحَدِيثِ

Artinya: “Kata syeikh Zakariyya, dan hari raya, dan hari Asyura (hari ke 10 Muharram). Berkatalah Al-Imam al-Adzra’i dari sudut pandang fiqih, dan demikian pula sangat dianjurkan bersedakah pada hari Jumat karena hari jum’at adalah hari raya kita ummat Islam seperti keterangan dalam hadits.” [Syekh Ahmad bin Hamzah al-Ramli, Hasyiyah al-Ramli ‘ala Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 406].

Al-allamah syeikh Ibnu Hajar al-Haitami, dalam kitab al-Minhajul Qawim, hal. 241 juga memberikan pendapat yang senda tentang keutamaan bersedekah, sebagai berikut:

والأفضل تحري الصدقة في سائر الأزمنة الفاضلة كالجمعة ورمضان سيما عشره الأواخر وعشر ذي الحجة وأيام العيد

Artinya: dan lebih afhdal menekankan bersedekah pada waktu-waktu yang afdhal seperti jum’at, bulan Ramadhan, lebih-lebih lagi 10 hari terakhir ramadhan dan 10 zulhijjah dan hari-hari raya.

Itulah penjelasan keutamaan bersedekah dalam pandangan Islam terutama dalam sudut pandangan mazhab Syafi’e. Semoga menambah pengetahuan kita tentang sedekah dan kapan-kapan saja hari terbaik untuk bersedekah serta meningkatkan semangat dalam bersedekah karena Allah SWT memuji hambanya yang bersedekah dalam al-Quran.