sistem pernapasan manusia
Sistem pernapasan manusia, credit image: hellosehat.com

Sistem pernapasan manusia – Kenapa manusia perlu menghirup udara untuk bisa bertahan hidup? Kenapa ketika kita menahan napas terasa sesak? ini adalah pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering di lontarkan anak-anak namun kadang membungungkan sebahagian orang tua dalam menjaawabnya. Kita hanya tahu bahwa ada paru-paru yang berperan dalam pernapasan ini, seleebihnya kitaa tidak tahu dan menganggap itu keajaiban.

Padahal, ini adalah ilmu pengetahuan yang bisa di pelajari dan Allah memberikaan pemahamana terhadap ilmu tentang pernapasan manusia ini. Dalam artikel singkat ini kita akan melihat dan mempelajari tentang sistem pernapasan manusia serta gambarnya.

Pengertian Pernapasan

Apa itu pernapasan? Pernapasan adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Secara sederhana mungkin bisa di katakan bahwa pernapasan adalah proses menghirup udara yang mengadung oksigen dan mengeluarkan karbondioksida yang mengandung uaap air. Inti dari pernapasan adalah memasukkan oksigen kedalam paru-paru dan ini di peroleh dari udara yang ada di sekitarnya atau lingkungannya.

Pernapasan yang terjadi pada manusia mencakup dua proses, yaitu internal dan eksternal. Berikut penejelasannya.

1. Pernapasan Ekternal

Ini adalah proses pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi antara udara dan darah dalam paru-paru. Jadi, ketika seseorang menghirup udara, tentu udara ini akan masuk kedalam paru-paru dan didalam sini akan di ikat darah lewat difusi. Nah, pada waktu yang sama darah yang mengandung karbondioksida dikeluarkan ke paru-paru.

Sel darah merah masuk kedalam kapiler paru-paru, sebahagian besar karbondioksida yang di keluarkan berbentuk ion bikarbonat (HCO- 3). Lewat bantuan proses enzim karbonat anhidrase, maka co2 dan H2O yang hanya tinggal sedikit dalam aliran darah akan berdifusi keluar.

Proses difusi ini bisa saja terjadi dalam paru-paru (alveolus), disebabkan terjadi perbedaan tekanan parsial antara udara dan darah dalam alveolus. Konsentrasi oksigen dan konsentrasi karbondioksida pada darah dan udara berbeda disebabkan oleh tekanan parsial tadi.

2. Pernapasan Internal

Pernapasan internal berbeda dengan eksternal karena proses pertukaran gas terjadi dalam jaringan-jaringan tubuh. Pertukaran okosigen dan karbondioksida terjadi dalam respirasi seluler. Ketika terbentuknya oksihemoglobin (HbO2) dalam paru-paru maka oksigen terlepas dan kemudian menuju cairan dalam jaringan tubuh.

Masuknya oksigen kedalam cairan tubuh juga lewat proses yang disebut difusi. Dan difusi terjadi akibat tekanan parsial oksigen dan karbondioksida antara darah dan karbondioksida berbeda. Tekanan oksigen dalam jaringan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan oksigen dalam darah. Maka, oksigen dalam darah mengalir menuju cairan jaringan.

Secara gamblang bisa dikatakan bahawa pernapasan internal adalah proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

Pernanan oksigen dalam proses pernapasan adalah untuk oksidasi zaat makanan. Ini adalah zat makanan yang disebut dengan glukosa (sumber energi). Tujuan oksidasi ini adalah untuk menghasilkan energi. Maka, bisa dikatakan bahwa proses pernapasan yang di lakukan makhluk hidup adalah untuk mengambil energi dari makanan yang ada.

Energi yang di peroleh ini di gunakan dalam berbagaai aktivitas sehari-hari. Contoh aktivitas ini adalah mempertahan suhu tubuh, perkembangan tubuh, kontraksi otot dan pembelahan sel-sel.

Sistem Pernapasan Manusia

Pernapasan pada manusia terjadi secara tidak langsung yaitu melalui proses difusi tidaka langsung. Artinya, udara yang masuk kedalam tubuh mansia tidak langsung prosesnya lewat kulit melainkan lewat difusi tidak langsung yang terjadi dari dalam tubuh.

Difusi dalam tubuh ini terjadi pada gelembung dalam paru-paru yang disebut alveolus. Pada sistem pernapasan tidak langsung ini, udara masuk kedalam tubuh melalui beberapa alat pernapasan.

Bisa kita katakan secara simple, bahwa pernapasan ini adalah kegiatan menghirup udara (oksigen) dan melepaskan karbondioksida. Prosesnya terjadi lewat organ pernapasan atau alat-alat pernapasan. Beberapa alat yang berperan dalam pernapasan manusia adalah rongga hidung, faring (tekak), laring atau pangkal tenggorokan, trakea (batang tenggorokan), bronkus disebut juga dengan cabang tenggorokan, dan pulmo (paru-paru). Berikut kita lihat penjelasan masing-masing alat ini.

1. Rongga hidung

Organ pernapasan yang semua kita tahu adalah hidung. Hidung memiliki dua rongga dimana dalam rongga hidung terdapat bulu-bulu halus yang cukup penting untuk proses penarikan napas. Ketika udara di hirup melalui hidung maka udara tersebut akan terlebih dahulu di saring daari kootoran-kottoran. Itulah sebabnya bernnafas dengan hidung jaauh lebih sehat dibandingkan dengan bernafas lewat mulut.

Kotoran yang masuk akan tersangkut dalam rongga hidung dan ini kemudian menjadi upil, disini juga akan di atur suhu dalam hidung sebelum kemudian masuk ke paru-paru. Suhu atau kelembaban suhu ini tidak selamanya seimbang atau sama dengan suhu tubuh maka tubuh perlu mengatur keseimbangan ini.

Hidung adalah sarana tempat masuknya oksigen dan keluarnya karbondioksida. Udara yang masuk kedalam tubuh di atur suhunya sehingga sama dengan suhu tubuh baaru masuk kedalam tubuh. Begitu juga dengan kelembaban udara yang masuk juga did atur agar sesuai dengan kelembaban tubuh kita.

2. Organ Tenggorokan

Tenggorokan juga termasuk organ pernapaasan sekaligus seebagai organ pencernaan karena makanan juga melewati tenggorokan untuk bisa sampai ke usus. Tenggorokan yang berfungsiuntuk pernapasan, panjangnya sekitaar 12-14 cm dana dalam bahasa kesehatan atau kedokteran disebut dengan laring. Bentuknya adalah mengerucut daan panjang sekitar 4 cm.

Laring terdiri dari serabut otot dan sembilaan tulang rawan sehiingga ia bisa bekerja dengan sempurna dalam proses pernapasan.

– Faring: Bentuknya seperti corong dan terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Fungsi faring adalah ssebagai tempat jalannya udara, makanan dan berfungsi sebagai ruang getaran untuk menghasillkan suara.

– Laring: letaknya adalah antara laring dan trakea. Dindingnya terdiri dari tulang rawan sebanyak 9 tulaang. Salah satu tulang rawannya berbentuk segi tiga, tulang rawan ini terdiri dari dua lempeng kartilago hialinkartilago hialin. Tulang rawan segitiga ini di sebut juga dengan jakun.

3. Trakea atau batang tenggorokan

Trakea adalah tulang rawan yang berbentuk cincin dan ia berada di pangkal tenggorokan dan berfungsi untuk saluran percernaan. Dinding trakea ini terdiri dari silia atau selaput lendir. Lendir ini berfungsi sebagai penyaring kotoran yang masuk dan yang tidak di tangkap oleh laring.

Tubuh biasanya akan merespon dengan batuk atau bersin jika ada kotoran yang masuk kedalam saluran pernapasan ini. Bersin dan batuk adalah cara organ ini mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Trakea adalah berbentuk panjang bolong di tengah seperti pipa dan ia memanjang dari tenggorokan hingga tulang dada. Trakea ini tersusun dari tulang tulang rawan berbentuk cincin dan ia dilapisi oleh sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir. Trakea ini memiliki dua cabang, dan ini di sebut bronkus, salah satunya menuju ke paru-paru kiri dan satu lagi menuju paru kanan.

4. Pulmo atau paru-paru

Pulmo atau paru-paru berada dalam rongga dada bagian atas dan rongga perut. Paru-paru terdiri dari dia bagiaan yaitu paru kanan dan paru kiri. Organ ini di bungkus oleh selaput lendir yang di sebut pleura. Paru kanan terdiri dari 3 gelambir dan paru kiri terbeentuk dari 2 gelammbir.

Dalam kedua paru terdaapt bronkus yang bercabang membentuk bronkiolus. Sementara bronkiolus bercabang-cabang lagi dan berbentuk pembuluh halus yang tumbuh hingga ke gelembung paru-paru, pembuluh kecil ini disebut alveolus. Alveoli atau alveolus berbentuk seperti busa, berlobang-lobang seperti sarang tawon. Jumlah sangat banyak sekitar 300 juta. Alveolus memilikii dinding yang sangat tipis serta elastis. Disinilah terjadinyaa difusi oksigen dan karbon dioksida.