Pengertian Tut Wuri Handayani

Tut Wuri Handayani adalah kalimat penggalan dari ucapan bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro. Itu hanya bagian terakhiir dari kalimat yang di ucapkan oleh beliau.

Kalimat yang di ucapkan tersebut sekarang menjadi departemen pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Lengkapnya kalimat tersebut adalah “Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, yang memiliki arti lebih kurang “yang di depan memberi teladan, ditengah membimbing, memotivasi dan dibelakang mendorong atau memberi dukungan moral.

Kalimat ini menjadi pedoman bagi yang berbicara tentang kepemimpinan, karena ia menjelaskan bagaimana seorang pendidik bertindak, bersikap terhadap anak didiknya sehingga menjadi teladan dan contoh.

Ki Hajar Dewantoro adalah seorang bapak Pendidikan Indonesia yang pertama kali meletakkan pondasi pendidikan di tanah air dan beliau pernah menjabat sebagai bapak menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pertama.

Tut Wuri Handayani adalah salah satu bentuk ajaran mengenai kepemimpinan dari Ki Hadjar Dewantara, bahkan ucapannya yang berupa “Tut Wuri Handayani” ini menjadi semboyan di dunia pendidikan hingga sekarang.

Arti Tut Wuri Handayani

Jika kita lihat dari sisi bahasa, “Tut Wuri” adalah mengikuti dari belakang, sedangkan “Handayani” adalah memberikan teladan, dorongan, semangat dari belakang. Dorongan berupa semangat dan motivasi dari belakang adalah sesuatu yang sangat penting untuk terus berkembangnya mereka yang membutuhkan semangat dalam menapaki hidup ini.

Jika dua kata tersebut digabungkan maka artinya bisa jadi: Seseorang harus memberikan dorongan dan semanngat kerja dari belakang.

Arti Tut Wuri Handayani atau lengkapnya adalah “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” ini bisa di jabarkan sebagai prinsip kemandirian

Tut Wuri Handayani menyiratkan arti prinsip kemandirian. Makna Tut Wuri Handayani ini adalah mengikuti dari belakang dan bukan mendekte orang lain. Prinsip kemandirian ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam menilai kemapanan seseoraang.

Jika prinsip kemandirian ini kita jabarkan dalam ruang lingkup pendidikan, maka artinya adalah sekolah mmenjadi pihak penyedia pendidikan yang akan membuat setiap individu menjadi mandiri. Itulah sebabnya kenapa tut wuri handayani menjadi simbol dalam dunia pendidikan.

Arti Tutwuri Handayani – Ing Ngarso Sun Tulodo – Ing Madyo Mangun Karso – Seseorang harus membantu orang lain dalam hal memberikan motivasi dan semangat dari belakang. Jika di mmaknai dalam kontek sekolah atau pendidikan, semboyan tut wuri handayani lebih kepada peran guru dalam memberi semangat belajar kepada muridnya.

Sejarah Tut Wuri Handayani

Jika kita mengingat sejarah awal mula pendidikan di Indonesia, tentu kita akan tertuju pikiran kita pada seorang yang kini namanya di nobatkan sebagai pahlawan Nasional yaitu Ki hajar Dewantara. Seorang bapak pendidikan sekaligus pendiri taman siswa.

Tujuan didirikan lembaga pendidikan taman siswa adalah untuk membuat tandinggan terhadap perkembangan pendidikkan kolonial Belanda. Tak hanya itu saja, tujuan pendidikan yang lebih penting adalah untuk mencerdaskan bangsa, menyadarkan bangsa terhadap penjajahan, baik secara fisik atau lewat penjajahan budaya.

Berbicara tentang sejarah Tut Wuri Handayani, maka tentu Ki Hajar Dewantaralah yang pertama kali mencetusnya. beliau juga yang pertama kali mendirikan Taman Siswa tanggal 3 Juli 1922. Nama asli Ki hajar dewantara adalah Raden Soewardi Soejaningrat.

Logo dan Arti Lambang Tut Wuri Handayani

Dalam lambang Tut Wuri Handayani ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang arti setiap bentuk dan kalimat didalamnya. Logo yang terdiri dari semboyan Tut Wuri Handayani, sayap garuda, buku dan warna memiliki arti tersendiri. Berikut kita lihat arti semboyan tersebut.

Baca juga: Pengertian Demokrasi dan Sejarahnya

1. Segilima

Ini menunjukkan bahwa kehidupan bernegara di Indonesia berdasarkan atas lima sila dalam pancasila.

2. Semboyan Tut Wuri Handayani

Ini adalah semboyan dari bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Penggunaan semboyan ini dalam lambang berarti bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap Ki Hajar Dewantara. Dimana hari lahir beliau di jadikan sebagai hari pendidikan nasional.

3. Belencong menyala dengan sayap garuda

Belencong menyala merupakan lampu khusus yang di gunakan dalam pertunjukan wayang kulit dan ini melambangkan suasana yang hidup dan terang. Sementara burung garuda menunjukkan sifat dinamis, gagah, berani dan menggaung ke angkasa luas.

Sementara sayap garuda yang berjumlah lima bulu di masing sisi adalah sesuai dengan pancasila yang terdiri dari lima sila tersebut.

4. Gambar buku

Buku adalah sumber ilmu dan buku menjadi sarana dalam menjelajah dunia. Jadi, buku adalah sumber pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan manusia.

5. Warna putih pada ekor dan sayap garuda serta buku

Ini melambangkan suci dan bersih tanpa pamrih. Sementara warna emas pada api menyala adalah sebagai keluhuran dan keagungan. Warna biru muda pada lingkaran segi lima adalah pengabdian yang terus menerus tanpa henti.

Itulah pengertian dari semboyan Tut Wuri Handayani yang merupakan ucapan sang tokoh pendidikaan Indonesia Ki hajar dewantara. Kita sepantasnya tak hanya tahu arti tut wuri handayani saja namun semua itu bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemimpin adalah orang yang berjalan di depan dan ia harus memberikan contoh sementara yang berjalan di belakang harus mendorong dengan semangat, dan motivasi sehingga perjalanan ini terus melaju dengan terarah.