pengertian fintech

Fintech – Akhir-akhir ini perkembangan teknologi semakin bergerak cepat dalam setiap lini kehidupan manusia modern. hampir semua aspelk kehidupan tersentuh oleh teknologi. Kita akui bahwa salah satu tujuan dari perkembangan teknolgi itu adalah untuk memberikan kemudahan dalam semua lini kehidupan termasuk dalam bissnis dan keuangan. Dengan adanya teknologi maka apapun yang di lakukan masyarakat akan terasa mudah, efektif dan efisien.

Tak ketinggalan dalam dunia keuangan, sekarang muncul inovasi baru untuk memudahkan sistem keuangan dan bisnis yaitu munculnya teknologi keuangan yang di sebut dengan fintech atau financial technology.

Teknologi fintech ini merupakan jasa keuangan yang bergerak dengan bantuan fasilitas teknologi. Istilah fintech itu sendiri baru muncul pada tahun 2000 lalu. Jadi, istilah ini masih dianggap baru sehingga banyak masyarakat yang belum paham dengan pengertian dan fungsi dari teknologi keuangan ini. Untuk lebih paham dengan istilah fintech dan perusahaan fintech, silahkan simak sampai habis artikel ini.

Apa itu Fintech?

Devinisi dari istilah fintech adalah sebagaimana yang telah kita jelaskan sepintas di atas. Fintech itu berasal dari kata financial dan technology yang di singkat dengan Finntech. Teknologi ini menawarkan inovasi dan terobosan canggih dalam pengelolaan hal yang berkaitan dengan keuangan.

Fintech itu sendiri mempunyai makna yang sangat luas karena segala hal yang berurusan dengan transaksi, bisnis dan keuangan bisa di sebut dengan fintech. Perkembangan internet yang luarbiasa memberikan celah dan jalan bagi perkembangan fintech itu sendiri. Banyaknya pengguna internet membuat perusahaan fintech bisa berkembang pesat lewat jaringan internet. Lahirnya beragam aplikasi yang mengelola keuangan dan transaksi bisnis adalah efek dari fintech itu sendiri.

Karena mengandung makna yang luas, maka fintech juga bisa di maknai dengan B2B atau ritel. Jadi, fintech itu juga bisa di maknai dengan layanan keuangan yang ada di aplikasi yang setara dengan bank atau aplikasi di smartphone seperti investasi, mata uang kripto, pinjaman online, dan lain-lain.

Jadi, seiring dengann perkembangan teknologi yang semakin hari semakin jauh dan berkembang luas, maka makna dari istilah fintech juga akan terus mengekspansi dan berkembang.

Layanan Fin-tech Masa Kini

Fintech selalu teknologi inovatif tentang keuangan, di tengah gencarnya perkembangan teknologi perusahaan fintecth memiliki beberapa layanan diantaranya crowdfunding. Crowdfunding adalah layanan dari fintecth untuk tujuan penggalangan dana atau di sebut dengan sistem peer to peer. Cara kerjanya adalah pihak pemberi pinjaman akan terhubung secara langsung dengan peminjam.

Selain crowdfunding, ada yang disebut dengan robot penasehat keuangan. Disini, fintech berperan sebagai pemberi layanan berupa management aset secara online. Robot keuangan ini akan memberikan nasehat berupa saran dalam mengelola keuangan anda.

Selain layanan di atas, salah satu layanan yang sangat populer dan di berikan oleh fintech adalah laayanan pembayaran online sebagaimana yang banyak di gunakan oleh perusahaan online seperti paytren dan lain-lain. Biasnya, teknologi ini memanfaatkan smartphone untuk menjalankan bisnis digital payment ini.

Untuk menjaga loyalitas konsumen, biasanya perusahaan fintech akan menggunakan sistem member dalam pelayanannya. Dari sistem membership ini, fintech akan memberikan keuntungan sekian persen dalam setiap transaksi sehingga para user atau member tetap setiap dan loyal dengan perusahaan.

Baca juga: 4 Manfaat Genset di Kota Besar

Teknologi finansial juga membuka jasa dan layanan permodalan dan investasi keuangan seperti yang di jalan paytren dan bisnis lainnya. Sebagai contoh dari layanan fintech adalah penggalangan modal, fasilitas kredit, dan pinjaman mikro.

Seiring dengan perkembangan teknologi, tidak mustahil bahwa fintech akan merambah ke berbagai lini keuangan dan bisnis, bahkan ke depan setiap hal yang berkaitan dengan keuangan akan di kelola lewat teknologi finansial atau fintech ini.

Ini Perbedaan Fintech dengan Teknologi Keuangan Konvensional (Bank)

Perbedaan Fintech dengan Teknologi Keuangan Konvensional
Perbedaan Fintech dengan Teknologi Keuangan Konvensional

Memang keduanya bergerak di bidang bisnis, ekonomi dan keuangan namun keduanya tidaklah sama. Finetch dan bank atau teknologi keuangan konvensional memiliki perbedaan yang sangat besar bahkan keduanya berbanding terbalik.

Jika bank adalah perlu dana besar untuk bisa berdiri dan butuh bangunan besar serta jumlah tenaga kerja yang masif untuk bisa berjalan. Namun beda dengan fintech, teknologi keuangan ini tidak butuh banyak modal dan gedung raksasa untuk bisa beroperasi. Teknologi Fintech hanya butuh sebuah platform digital untuk bisa jalan.

Nah,dari sinilah banyak orang berpikir bahwa fintech bisa berjalan lebih efektif sehingga banyak yang terjun ke dunia bisnis keuangan berbasis fintech. Tetapi, umumnya perusahaan ynang bergerak di fintech adalah Startup, sehingga dana mereka tidak besar. Beda dengan Bank yang mempunyai dana besar dala beroperasi.

Selain itu, dasar hukum atas berdirinya perusahaan fintech juga belum teratur dan tertata dengan rapi namun sejauh ini sudah ada badan yang mengawasinya yaitu OJK. Naamun demikian, tetap banyak fintech ilegal yang muncul di internet. Maka setiap pelanggan seharusnya hati-hati dan memastikan bahwa perusahaan tersebut legal sehingga keuangannya tidak kacau.

Perusahaan Fintech Terbesar di Dunia

Fintech terus berkembang dan maju sehingga perusahaan yang bergerak di bidang keuangan ini berpotensi menjadi perusaahaan besar. Bahkan sangat banyak perusahaan yang hari ini mulai menjaja bidang fintech. Bahkan, beberapa diantara perusahaan fintech mendapatkan dana besar hingga triliyunan rupiah.

Lantas mana perusahaan fintechterbesar di dunia? Berdasasrkan informasi dari forbes, bahwa perusahaan fintech terbesar adalah greensky yang berada di Amerika. Perusahaan ini memiliki pendanaan yang tak kaleng-kaleng, yaitu sekitar 6 triliyun rupiah. Per 2017 pendapatan yang didapatkan perusahaan greensky ddibursa NASDAQ adalah 325,9 juta USD.

Ada lagi perusahaan fintech yang berada di bawah Greensky namun pendapatannya lebih besar yaitu Kabbage. Kabbage yang didirikan oleh Rob Frohwein mencatat keuntungannya 500 juta usd. Menggunakan kabbage ada halyang menaarik, peminjam bisa langsungg mendapatkan pinjaman hanya dalam waktu 5 menit setelah membuat persetujuan di aplikasi.

Perusahaan Fintech Terbesar di Dunia

Selanjutnya, ada perusahaan Stripe yang merupakan salah satu perusahaan fintech raksasa dengan kucuran dana sebesar 450 juta USD. Ini adalah perusahaan keuangan yang hanya fokus pada online payment. Perusahaan yang didirikan tahun 2010 ini bisa menerima pembayaraan online dengan semua mata uang di seluruh dunia.

Perusahaan fintech terbesar didunia selanjutnya adalah fintech Affirm. Sama seperti stripe, ia hanya melayani bidang online payment namun menggunakan metode seperti yang di terapkan kartu kredit. Jadi, pelanggan bisa membeli barang dan membayarnya secara cicilan.

Pada urutan ke lima, perusahaan finansial teknologi (fintech) terbesar di dunia adalah TransferWise yang mendapatkan kucuran ddana 379 USD. TransferWise memberikan pelayanan pembayaran interneational. Jadi, sangat banyak perusahaan fintech yang sudah tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan modal besar dan keuntungan besar juga. Kedepan perusahaan online payment ini memiliki potensi berkembang lebih pesat karena dianggap lebih efektif dan efisien.

Itu tadi perusahaan fintech terbesar di Dunia, Lantas bagaimana dengan Indonesia, mana saja yang masuk dalam perusahaan fintech terbesar di Indonesia. Yuk kita lihata satu persatu di bawah ini.

Perusahaan Fintech Terbesar di Indonesia

Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan perkembangan fintech yang cukup pesat. Namun, umumnya mereka adalah startup tetapi mereka memiliki potensi yang mumpuni untuk terus berkembang dan menjadi besar.

Amartha adalah perusahaan fintech terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang layanan peer to peer landing. Di awal kemunculannya perusahaan ini bergerak dalam bidang balance sheet.

Selain Amartha, ada perusahaan finansialku, ini adalah perusahaan yang bisa mengatasi masalah keuangan anda. Lewat finansialku, anda bisa mendapatkan informasi tentang saham, investasi, bahkan ccara persiapan dana pensiunan.

T-Cash juga dikatakan sebagai salah satu perusahaan fintech terbesar di Indonesia yang didirikan Telkomsel tahun 2010 lalu. Perusahaan ini bergerak di bidang bantuan transaksi antar pengguna.

Selain T-cash anda juga perusahaan fintech terbesar di Indonesia yang disebut Midtrans. Fungsi Midtrans adalah memudahkan pengguna dalam hal pembayaran secara online. Lewat Midtrans anda bisa melakukan pembayaran dengan Visa, bank lokal seperti BNI, Mandiri, dan BCA serta bisa menggunakan internet banking. Selain mereka ada juga paytren yang sedang mencoba bergerak sedikit demi sedikit tentang fintech.

Itulah beberapa perusahaan fintech terbesar yang ada di Indoensia yang memberikan layanan pembayaran secara online, memberikan layanan saham, investasi atau pinjaman.

Tujuan Fintech adalah Memberikan Kemudahan

Fintech adalah sebuah inovasi dalam bidang keuangan terutama hal bayar membayar secara online dan lain-lain. Jadi, tujuannya adalah memberikan kemudahan kepada pelanggannya dan membuat transaksi dan segala hal tentang keuangan ada solusinya.

Inovasi teknologi ini lambat laun akan semakin disukai banyak masyarakat modern, maka peluang untuk maju dan berkembang sangat besar. Wajar saja kalau sekarang perusahaan fintech semakin menjamur dan mencoba keberuntungannya. Jadi, setiap anggota dalam lingkaran fintech ini bisa memajukan perekonomiannya karena setiap transaksi yang di lakukan ada keuntungan bagi customer atau membernya sekian %.