Alat Musik Kecapi
Sejarah alat musik kecapi

Alat musik kecapi – Kecapi adalah salah satu alat musik tradisional Sunda atau Jawa barat yang cara memainkannya adalah dengan cara di petik. Musik tradisional ini digunakan untuk mewarnai kesenian daerah Sunda. Tidak banyak yang tahu kalau kecapi adalah satu alat musik, mungkin kebanyakan orang tahu ini adalah buah atau sesuatu yang lain.

Padahal kecapi adalah alat musik Tradisional asal Sunda yang sudah ada sejak lama. Maka dalam postingan ini mari kita lihat sejarah alat musik kecapi dan bagaimana cara memainkannya, serta terbuat dari bahan apa.

Sejarah Alat Musik Kecapi

Alat musik kecapi sudah di kenal sejak lama di nusantara khususnya daerah Sunda. Namun bukan berarti alat musik ini berasal dari sunda. Awalnya, kecapi berasal dari China yang disebut dengan nama Ghuzeng. Ia biasanya digunakan untuk mengiringi lantunan lagu yang lembut dan mendayu-dayu.

Kecapi berkembang pertama kali di Nusantara adalah daerah Jawa. Sejarahnya juga berkaitan dengan tanaman atau pohon sentul karena bahan pembuatan kecapi adalah dari pohon sentul. Kecapi digunakan sebagai alat musik utama dalam tembang lagu Sunda.

Bahan Pembuatan Alat Musik Kecapi

Ternyata pembuatan kecapi adalah tidak hanya dengan kayu sentul namun juga ada yang menggunakan kayu kenanga. Kelihatannya, alat musik kecapi ini sangat sederhana namun jangan salah, proses pembuatan kecapi sangat rumit dan memakan waktu yang lumayan lama dimulai dari pengambilan kayunya.

Baca juga: 50 Alat Musik Tradisional dari Berbagai Daerah

kayu kenangan yang menjadi alat dasar pembuatan kecapi adalah direndam terlebih dahulu selama tiga bulan. Setelah itu baru kayu tersebut bisa di bentuk sesuai dengan keinginan si pembuat.

Sementara senar kecapi juga bukan dari kawat atau benang bisa melainkan dari kawat suasa. Memang seperti ini jika ingin mendapatkan suara kecapi yang bagus. Tetapi sekarang banyak pembuat kecpai menggunakan kawat baja akibat mahalnya harga kawat suasa (campuran tembaga dan emas).

Bentuk Alat Musik Kecapi

Kita sudah tahu bagaimana proses pembuatannya dan dari bahan apa saja. Sekarang kita lihat bagaimana bentuk alat musik kecapi. Bentuk kecapi buka satu model sebagaimana bentuk gitar atau suling. Tetapi kecapi mempunya dua bentuk yang berbeda. Ada kecapi seperti perahi dan ada juga kecapi berbentuk siter. Berikut ulasannya:

1. Kecapi perahu. Kecapi jenis ini memiliki bentuk yang serupa dan mirip dengan perahu secara umum. Lama waktu pembuatan kecapi ini cukup lama bahkan bisa memakan waktu selama 3 bulan. Lubang resonansinya sangat bagus dan di buat dri bagian bawah kecapi sehingga mengeluarkan suara dengan jelas dan mendayu mendayu.

Selain itu, kecapi di masa lalu dibuat langsung dengan cara memahat kayu besar, dan di buat sedikit demi sedikit sehingga mebentuk sebuah perahu kecil.

2. Kecapi stir. Kecapi jenis ini lebih sederhana dan bentuknya tak serumit kecapi perahu. Bentuk bagian bawah kecapi seperti trapesium yang mendatar dengan lobang resonansi dibagian dalamnya. Alat musik ini sangat cocok di sandingkan dengan suling sunda karena mampu mengeluarkan suara yang luarbiasa indahnya.

Alunan dan suara kedua musik tradisional ini bisa menghasilkan suara yang sangat indah dan mempesona dalam kesenian Sunda.

Cara Memainkan Alat Musik Kecapi

Cara memainkan kecapi perahu dan siter sama saja, yaitu sama-sama dengan cara di petik. Selai dua jenis ini, ada juga sebutan kecapi suling, ini adalah sebutan atau istilah untuk perangkat waditra sunda dan waditra ini di perdapatkan di hampir semua daerah tatar Sunda.

Waditra sendiri terdiri dari dua jenis yaitu kecapi dan suling.

Berikut kita lihat bagaimana cara memainkan alat musik kecapi serta teknik-teknik yang digunakan. Cara memainkan alat musik kecapi adalah dengan di petik menggunakan jari-jari seperti anda memainkan gitar. Namun dalam memetik kecapi ada teknik-teknik tertentu yang harus di kuasai agar suara yang di hasilkan bisa bagus dan menawan serta enak di dengar.

Ada tiga teknik dalam memainkan alat musik kecapi untuk bisa menghasilkan melodi yang bagus. Ketiga teknik ini adalah teknik menjambret, teknik Sintreuk Toel dan teknik Dijeungkalan. Berikut kita perhatikan teknik-teknik tersebut.

1. Teknik Di Jambret

Kedengaran aneh dan seperti menakutkan, namun ini hanyalah cara dan teknik dalam memetik senar kecapi untuk menghasilkan suara yang di inginkan. Cara memetikanya adalah dengan menggerakkan jari jemari tangan kanan yaitu telunjuk, ibu jari dan jari tengah. Jari jari ini di gerakkan di atas tiga senar secara bersamaan.

Sementara jari tangan kiri juga di gerakkan yaitu ibu jari dan telunjuk untuk mengeluarkan suara nada bebas. Lantas, kenapa teknik memainkan kecapi ini di sebut dengan teknik di jambret? Ini dikarenakan teknik ini memainkan kelihatan seperti orang menjambret dimana posisi badan dan tangannya seperti itu.

Teknik di jambret ini baisanya digunakan dalam memainkan musik untuk lagu cepat sehingga bisa di jaga nadanya.

2. Teknik Sintreuk Toel

Selanjutnya, teknik memainkan kecapi adalah teknik Sintreuk Toel. Teknik ini memainkan kecapi dengan mementikkan ujung jari telunjuk tangan kanan dan kiri pada senar. Teknik ini kelihatan seperti mencolek atau sedang mentoel.

Kedua tangan kanan dan kiri harus bisa di mainkan dengan selaras dan cepat serta tepat. Jari telunjuknya harus melengkung dan harus berada di bawah senar kecapi. Dalam posisi ini, pemain kecapi mentoel telunjuknya pada senr untuk mengeluarkan suara yang indah sesuai dengan yang di inginkan.

3. Teknik Dijeungkalan

Ada juga teknik yang di namakan dengan Dijeungkalan. Dalam posisi ini pemain kecapi menggunakan jari jarinya hampir sama dengan yang ada pada teknik di jambret. Namun posisi badan pemain kecapi ini agak condong ke depan. Jari jemari tangan kanan memainkan tiga senar nada secara bersamaan dan jari kirinya memainkan senar dengan tujuan mengeluarkan nada bebas.

Itulah tiga model teknik memainkan alat musik kecapi untuk menghasilkan nada sesuai dengan lagu yang ada dan sesuai dengan keinginan pemain kecapi. Tanpa menguasa ke-tiga teknik permainan kecapi ini, seseorang tidak akan bisa memetik senar atau dawai kecapi untuk mengeluarkan bunyi, nada dan irama yang di harapkan.

Fungsi Alat Musik Kecapi

Kita sudah paham tentang apa yang di maksud dengan alat musik kecapi, sejarahnya, teknik-teknik memainkan, serta bahan yang digunakan untuk membuat kecapi. Sekarang kita lihat apa saja fungsi dari alat musik kecapi tersebut. Langsung saja, kita lihat di bawah ini fungsi-fungsi alat musik kecapi sebagaiana yang di kutip dari sumber-sumber terpercaya.

1. Fungsi indung/unduk

Fungsi indung atau induk adalah alat musik kecapi di mainkan untuk mengiringi musik dengan cara memberikan intro, bridges, interlude dan memberi tempo dalam memainkan sebuah tembang lagu. Pada kecapi indung ini dimainkan dengan memetik dawai yang jumlahnya 18 hingga 20 dawai, ini sungguh sangat besar dibandingkan dengan kecapi anak.

2. Fungsi rincik

Rincik adalah kecapi anak yang juga di mainkan untuk menemani iringan musik dengan penekanan pada nada tinggi. Biasanya digunakan dalam memainkan lagu dalam kecapi suling atau yang di sebut juga dengan istilah sekar penambih. Kecapi anak atau rincik mempunyai bentuk yang lebih kecil dan jumlah senarnya yang lebih sedikit.

Kecapi adalah alat musik tradisional yang pemakaiannya sangat luas, hingga sekarang irama kecapi masih banyak digunakan dalam berbagai acara hajatan seperti pernikahan, dan hajatan-hajatan lainnya. Bahkan alat musik ini juga bisa dan sering mengiringi irama dari lagu dangdut atau lagu pop. Penggunaanya dalam pentas kesenian sudah terkenal tak hanya di Indonesia saja namun juga ke manca negara.